Home Internasional Serangan Balasan Rusia Hantam Kramatorsk

Serangan Balasan Rusia Hantam Kramatorsk

Moskow, Gatra.com - Moskow mengklaim bahwa tentaranya melakukan "serangan balasan" yang mematikan di kota Kramatorsk, Ukraina timur, untuk membalas kematian 89 tentara Rusia yang tewas di Makiivka.

"Lebih dari 600 prajurit Ukraina tewas akibat serangan terhadap pasukan Kyiv yang ditempatkan di dua bangunan di Kramatorsk, yang digunakan sebagai barak,” kata  kementerian pertahanan Rusia mengklaim dalam sebuah pernyataan, yang disbeutkan bahwa serangan itu sebagai "serangan balasan."

Angkatan bersenjata Ukraina menolak klaim tersebut.

"Informasi ini sama benarnya dengan data bahwa mereka telah menghancurkan semua HIMARS kami," kata juru bicara kelompok timur angkatan bersenjata Ukraina, Sergiy Cherevaty kepada media Suspilne, dikutip AFP, Senin (9/1). 

Baca Juga: Serangan Maut Ukraina di Makiivka Ungkap Kelemahan Teknologi Rusia

Mereka mengacu pada sistem roket yang dipasok AS. Ukraina menyebut Rusia tidak dapat melakukan serangan presisi tinggi.

AFP tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Pada hari Sabtu, wartawan AFP di Kramatorsk, yang terletak di wilayah timur Donetsk, mendengar sedikitnya empat ledakan sebelum tengah malam.

Kedua negara itu menandai perayaan Natal Ortodoks pada hari Sabtu.

Kementerian pertahanan Rusia tidak mengatakan kapan tepatnya serangan itu terjadi, Namun menyebut bahwa intelijen Rusia telah --selama 24 jam terakhir-- mengkonfirmasi poin penempatan sementara angkatan bersenjata Ukraina di Kramatorsk.

Baca Juga: Ukraina Laporkan Serangan Rudal Rusia secara Masif

“Lebih dari 1.300 tentara Ukraina ditempatkan di dua gedung,” klaim Moskow. 

Minggu pagi, kepala administrasi regional Donetsk, Pavlo Kyrylenko mengatakan bahwa Rusia melancarkan tujuh serangan roket ke Kramatorsk.

"Lembaga pendidikan, fasilitas industri, dan koperasi bengkel telah rusak dan tidak ada korban jiwa,” katanya.

Dalam serangan Tahun Baru, itu Ukraina sebelumnya menyebut sebuah bangunan di kota Makiivka, Ukraina timur yang diduduki, dan digunakan sebagai barak.

Rusia mengakui ada 89 tentara tewas, yang merupakan kerugian tunggal terburuk yang dilaporkan dari serangan Ukraina.

Serangan Rudal Rusia di Kota Ukraina Menewaskan 17 Orang

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan gencatan senjata 36 jam untuk mengizinkan umat Kristen Ortodoks memperingati Natal yang dirayakan pada 7 Januari, di Rusia dan Ukraina. 

Gencatan senjata sepihak berakhir pada pukul 23:00 di Kyiv (21.00 GMT) pada hari Sabtu.

77