Home Hukum Hakim Sangsikan Keterangan Sambo yang Mengaku Melihat Brigadir J sebelum Penembakan

Hakim Sangsikan Keterangan Sambo yang Mengaku Melihat Brigadir J sebelum Penembakan

Jakarta, Gatra.com - Majelis hakim persidangan perkara pembunuhan Brigadir J mempertanyakan klaim Terdakwa Ferdy Sambo yang menyatakan bahwa ia melihat Brigadir J, saat dirinya melintas di depan rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, sesaat sebelum peristiwa penembakan itu terjadi.

Pasalnya, Sambo mengaku saat itu melihat Brigadir J dari dalam mobil. Padahal, Brigadir J berada di dalam rumah, yang notabenenya memiliki pagar dengan ketinggian yang tidak memungkinkannya untuk melihat Brigadir J dari luar.

"Kalau dari keterangan Saudara tadi disampaikan, Saudara melihat Yosua, sementara Saudara di dalam mobil, setelah kami perhatikan dan kita lihat bersama-sama di CCTV, sepertinya cerita Saudara itu tidak mungkin," ujar Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso, dalam sidang pemeriksaan terdakwa Ferdy Sambo, Selasa (10/1).

Baca Juga: Ferdy Sambo Menyesal Tak Sarankan Istrinya Visum dan Periksa ke Dokter

Diketahui, majelis hakim, bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim penasihat hukum sebelumnya telah melakukan pemeriksaan setempat secara langsung di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling III dan rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Kenapa saya sampaikan tidak mungkin? Karena kalau Saudara posisi duduk di dalam mobil, tembok pagar rumah Saudara di Duren Tiga itu terlalu tinggi untuk dilihat dari luar, bahwa Saudara menyampaikan bahwa tadi melihat Yosua," imbuh Hakim Ketua Wahyu Iman.

Mendengar perkataan Hakim, Sambo pun menjelaskan bahwa ia melihat Brigadir J saat bintara polisi itu keluar dari dalam rumah, menuju taman rumah dinas tersebut. Sambo pun mengatakan bahwa pintu samping rumahnya tidak tertutup pada saat itu, sehingga ia dapat melihat Brigadir J.

Baca Juga: 3 Poin Penting Pengakuan Ferdy Sambo di Sidang Obstruction of Justice Kemarin

"Mohon maaf, Yang Mulia. Pada saat [di] CCTV kan Yosua sempat keluar, saya lihat. Nah, kemudian dia masuk kembali," kata Sambo.

"[Saya melihat] pada saat kembali ke depan pagar. Jadi pintu itu belum tertutup, jadi saya melihat," imbuhnya.

Dalam keterangannya, Sambo mengatakan bahwa momen itulah yang akhirnya membuat ia memutuskan untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah tersebut, untuk mengonfirmasi langsung pada Brigadir J mengenai tindak pelecehan seksual yang Putri Candrawathi ceritakan kepadanya.

Beberapa saat setelahnya, nyawa Brigadir J pun harus terenggut karena peristiwa penembakan yang terjadi di rumah dinasnya tersebut.

154