Home Lingkungan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kerja Nelayan

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kerja Nelayan

Jakarta, Gatra.com - Perubahan iklim yang terjadi membawa dampak bagi berbagai pihak, salah satunya adalah nelayan. Ketua umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, mengatakan bahwa risiko yang dihadapi nelayan turut meningkat dengan perubahan iklim yang terjadi.

"Dampak dari perubahan iklim yang makin hari, makin tahun, makin dirasakan oleh nelayan skala kecil dan tradisional di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir kami juga mendapat banyak laporan dari daerah, yang menghadapi kesulitan luar biasa di tengah cuaca ekstrim," ujarnya dalam diskusi bertajuk "Nelayan Menghadapi Krisis Iklim: Quo Vadis Perlindungan Nelayan dan Pembudidaya Ikan Skala Kecil" yang digelar secara daring, Kamis (12/1).

Dani menerangkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, nelayan di berbagai daerah kerap mengalami masalah di laut, seperti kecelakaan kerja, yang menyebabkan nelayan meninggal dunia. Perubahan cuaca yang tidak menentu menyebabkan ombak tinggi dan situasi di laut yang semakin tidak terkendali, membuat risiko kecelakaan kerja semakin tinggi.

Baca Juga: Bappenas: Skema Pendanaan Berbasis Ekologi Perlu Dirumuskan

Dani mengatakan bahwa dalam kondisi ini, masih banyak nelayan yang terus melaut. Meskipun menghadapi cuaca ekstrem, nelayan tetap memilih untuk melaut demi memenuhi kebutuhan hidup.

"Bersamaan harga BBM meningkat, mereka menyiasati untuk menjadikan kapal perikanan lebih kecil sehingga butuh BBM lebih sedikit sehingga tetap bisa melaut. Antara keberanian dan kenekatan ini beda tipis," ucapnya.

Dengan keterbatasan pilihan yang dijalani nelayan, Dani menilai bahwa peran pemerintah dibutuhkan dalam menangani ini. Pemberian skema asuransi atau jaminan sosial dalam menghadapi risiko kerja diperlukan.

Baca Juga: BRIN Ungkap Keanekaragaman Hayati Jadi Prioritas Penelitian

"[Jika nelayan] mendapat jaminan di hari tua, mereka bekerja dengan nyaman, aman, tidak takut dengan gelombang. Karena mereka dilindungi negara dengan skema perlindungan yang kuat. Ini perlu terus kita dorong," tegasnya.

Menurut Dani, perlindungan yang bisa diberikan oleh pemerintah meliputi jaminan di hari tua, serta dalam membantu perbaikan kapal nelayan yang rusak akibat dampak dari perubahan iklim. Jika pemerintah punya skema yang kuat serta dukungan alokasi anggaran yang kuat, maka nelayan mampu terus bertahan dalam menghadapi perubahan iklim yang terjadi.

"Peran pemerintah diperlukan untuk melindungi satu sektor yang punya peran penting dalam pangan, kontributor ekonomi, produk perikanan," pungkasnya.

75