Home Pendidikan Kemendikbudristek Minta Kampus Vokasi Dukung Program Pertukaran Mahasiswa

Kemendikbudristek Minta Kampus Vokasi Dukung Program Pertukaran Mahasiswa

Jakarta, Gatra.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, mengajak Perguruan Tinggi Penyelenggara Program Pendidikan Vokasi (PTPPPV) untuk mendukung pelaksanaan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2023.

Kiki menyebut, PMM mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap mahasiswa dan perguruan tinggi vokasi dalam rangka meningkatkan performa institusi sebagai penyelenggara model pembelajaran yang berkualitas melalui skema pertukaran mahasiswa. 

“Satu semester memang hanya sebentar, tetapi pengalaman selama pertukaran pelajar ini akan membekas sepanjang hidup dan akan mewarnai karakter mahasiswa kita,” kata Kiki dalam keterangannya, Jumat (20/1).

Sehingga ia berharap, politeknik-politeknik di seluruh Indonesia dapat mendukung dan menyukseskan program PMM 3. Nantinya, para mahasiswa vokasi pun akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan wawasan melalui pembelajaran yang penuh dengan pengalaman.

“Jadi, kami mohon para mahasiswa agar diberi kesempatan untuk mengikuti dan tentunya diharapkan dapat juga diberikan SKS sebagai sebuah penghargaan bagi mereka selama mengikuti kegiatan PMM selama satu semester,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan Kampus Mengajar, Asri Aldila Putri, mengatakan bahwa selain pelibatan perguruan tinggi vokasi, program PMM tahun 2023 juga memberikan kebaruan terkait penyederhanaan Modul Nusantara.

Jika pada angkatan sebelumnya Modul Nusantara memuat 20 aktivitas, maka modul PMM 2023 hanya memuat 16 aktivitas untuk satu semester. Sementara itu, kuota yang ditetapkan pada pelaksanaan PMM 2023 adalah 50 mahasiswa untuk perguruan tinggi penerima.

“Harapan kami, perguruan tinggi Bapak dan Ibu segera mendaftar sebagai penerima [program PMM] dan membuka kuota sebanyak-banyaknya untuk mahasiswa belajar di kampus," kata Asri.

20