Home Kesehatan Warga Asahan Protes, DBD Tinggi tapi Fogging Tidak Dilakukan

Warga Asahan Protes, DBD Tinggi tapi Fogging Tidak Dilakukan

Asahan, Gatra.com – Sejumlah warga Asahan, Sumatera Utara, melakukan aksi protes kepada Dinas Kesehatan Pemkab Asahan terkait penanganan penyakit DBD dan Malaria. Warga menuding Dinkes Asahan tidak becus mencegah dua penyakit tersebut. 

Aksi protes ini digelar oleh Gerakan Koalisi Kemanusiaan Dewan Pimpinan Gerakan Muda Daerah Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan (DpD GM. PPMA) di halaman kantor Dinas Kesehatan Pemkab Asahan, Selasa (24/1). 

Baca Juga: Puncak Siklus DBD, 734 Kasus, 8 Meregang Nyawa di Karanganyar

Melalui statemennya, kordinator aksi Gerakan Koalisi Kemanusiaan ini, Muhammad Syafii, menuding ada 1.792 kasus malaria dan 260 kasus DBD yang terjadi di kabupaten ini per Januari 2023. Menurut para pendemo, ini menunjukkan ketidakbecusan Kadis Kesehatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

"Kita mendesak Bupati agar Kadis Kesehatan dr. Nanang Futra Aulia, SP.PK mundur dari jabatan. Karena jika begini kinerja Dinas Kesehatan, korban akan terus berjatuhan," ujarnya. 

Dalam aksi protes tersebut, mereka juga meminta Bupati Asahan tanggap, karena sudah ribuan warga terjangkit malaria dan DBD. "Mirisnya tidak ada upaya Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging," ujar warga. 

Karena Dinkes dianggap tidak becus, dalam aksi tersebut mereka minta Kapolres dan Dandim 0208/AS mengerahkan bantuan untuk melakukan fogging atau pengasapan terhadap rumah warga yang terjangkit.

Menyikapi aksi ini, Kadis Kesehatan Pemkab Asahan, dr. Nanang Fitra Aulia, membantah tudingan yang dilontarkan sejumlah warga itu. "Tidak benar ada 1.792 kasus malaria dan 260 kasus DBD," ujarnya. 

Menurut Data Dinas kesehatan Pemkab Asahan, hanya ada 15 kasus DBD dan 50 kasus malaria per Januari 2023. Dia juga membantah jika pihaknya tidak melakukan fogging ke rumah masyarakat yang terjangkit DBD.  

Namun saat ditantang warga untuk membuktikan jika benar bahwa hanya 15 kasus DBD per Januari 2023, kapan Dinas Kesehatan Pemkab Asahan melakukan fogging, Nanang langsung berkelit jika fogging bukan solusi untuk membasmi DBD dan malaria.

"Yang perlu kita gerakkan di masyarakat itu adalah gerakan memutus mata rantai DBD dan malaria," ujarnya. 

Baca Juga: Masa Pancaroba, RSU Andhika: Mayoritas Pasien DBD dan Saluran Napas

Menurutnya, yang perlu dilakukan melakukan gerakan 3 M, yakni membuang, menutup, dan mengubur. Fogging hanya untuk membunuh nyamuk DBD dan malaria dewasa, tapi tidak dengan jentik-jentik yang menjadi mata rantai berkembangbiaknya nyamuk tersebut. 

Dalam akhir penjelasannya kepada warga yang melakukan aksi protes, Nanang berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut. "Saya minta bersabar. Saya akan minta dulu laporan dari staf saya untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya," kata Nanang. 

92