Home Internasional Rusia Peringatkan Eskalasi saat Jerman Kirim Tank Leopard ke Ukraina

Rusia Peringatkan Eskalasi saat Jerman Kirim Tank Leopard ke Ukraina

Moskow, Gatra.com - Pejabat Rusia memperingatkan kemungkinan terjadi eskalasi dalam perang di Ukraina menyusul persetujuan Jerman memasok tank Leopard untuk dikirim ke Ukraina, pasca tekanan berminggu-minggu dari Kyiv dan sekutunya.

"Keputusan yang sangat berbahaya ini membawa konflik ke tingkat konfrontasi baru," kata Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergei Nechayev, dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP, Rabu (25/1).

Nechayev mengklaim bahwa pengiriman itu pasti akan menyebabkan kematian tidak hanya dari tentara Rusia, tetapi juga penduduk sipil.

“Sekali lagi, kami yakin bahwa Jerman, seperti sekutu terdekatnya, tidak tertarik pada solusi diplomatik untuk krisis Ukraina,” kata Nechayev. 

Baca Juga: Akhirnya, Jerman dan AS Siap Mengirim Tank ke Ukraina

Ia menambahkan bahwa dengan memasok senjata yang lebih berat ke Ukraina, maka Berlin secara tidak langsung akan menghancurkan sisa-sisa rasa saling percaya dan menjadi penyebab kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, pada hubungan Rusia-Jerman yang memang sudah “menyedihkan” selama ini.

Berlin mengatakan akan menyediakan 14 tank Leopard 2 A6 dari stok Bundeswehr, dan juga memberikan persetujuan kepada negara-negara Eropa lainnya untuk mengirim tank dari markas mereka sendiri ke Ukraina.

"Tujuannya adalah untuk segera merakit dua batalyon tank dengan tank Leopard 2 untuk Ukraina," kata juru bicara pemerintah Steffen Hebestreit dalam sebuah pernyataan. 

Kyiv menyambut keputusan Jerman, dan menyebutnya sebagai langkah awal  dalam proses mempersenjatai Ukraina dengan kendaraan tempur canggih.

“Langkah pertama pada tank telah diambil. Berikutnya — 'koalisi tank.' Kami membutuhkan banyak Macan Tutul (Leopard)," kata kepala administrasi kepresidenan Ukraina Andriy Yermak di media sosial. 

Ia mendesak negara lain seperti Polandia yang mengatakan mereka juga akan mengirim tank dengan persetujuan Berlin.

Inggris, Prancis, dan Polandia juga memuji langkah Jerman setelah pengumuman tersebut.

Baca Juga: Jerman Menolak Kirim Tank Tempur ke Ukraina tanpa Persetujuan AS

Sebelumnya, Ukraina telah meminta sekutunya di Barat segera memasoktank canggih karena mereka memperkirakan serangan baru dengan menyerang pasukan Rusia di musim semi.

Namun Berlin dan Washington semula ragu-ragu untuk memenuhi permintaan Kyiv.

Kanselir Jerman Olaf Scholz dilaporkan mendapat tekanan yang meningkat dari mitra koalisi pemerintah Hijau dan Demokrat Bebas, menyetujui pengiriman tank untuk Ukraina dalam beberapa hari terakhir.

Keputusan itu juga didahului oleh diskusi intensif dengan sekutu Jerman yakni AS sebagaimana dilaporkan Der Spiegel, karena Scholz bertekad untuk tidak melanjutkan transfer kecuali AS juga ikut memasok tank tempurnya sendiri ke Ukraina. 

Minggu ini, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Washington tampaknya telah melepaskan penentangannya untuk memasok Ukraina dengan tank Abrams, sementara Reuters melaporkan bahwa Prancis juga siap memasok tank sendiri ke Kyiv.

Adapun Tank Leopard 2 buatan Jerman dipandang sebagai salah satu model peralatan militer dengan kinerja terbaik di seluruh dunia, dan digunakan di seluruh Eropa, apalagi suku cadang dan amunisi juga dapat diperoleh dengan mudah.

Berlin mengatakan pelatihan pasukan Ukraina untuk menggunakan tank akan dimulai dengan cepat di Jerman.

Baca Juga: Strategi Perang, Jerman Pertimbangkan Kirim Tank Leopard 2 ke Ukraina

Analis percaya akan memakan waktu beberapa minggu saja untuk memberikan pelatihan pasukan dasar mengenai peralatan, yang tampaknya lebih kompleks dari pada tank era Soviet, yang biasa mereka gunakan.

Namun para ahli yakin ‘Macan Tutul’ dapat membuat perbedaan.

Menurut analisis terbaru dari IISS, jika Kyiv menerima sekitar 100 tank, maka efeknya bisa “signifikan”.

“Dilengkapi dengan Leopard 2, tentara dapat menerobos garis musuh dan mengakhiri periode panjang perang parit,” kata CEO Rheinmetall, Armin Papperger, memasok meriam tank, kepada surat kabar Bild Jerman.

“Dengan Macan Tutul, tentara dapat maju puluhan kilometer sekaligus,” katanya.

Rabu pagi, Kremlin menyatakan bahwa tank yang dipasok Barat akan dihancurkan di medan perang jika dikirim ke Ukraina.

"Secara teknologi, ini adalah rencana yang gagal. Ini adalah perkiraan yang terlalu tinggi dari potensi yang akan ditambahkan ke tentara Ukraina. Tank-tank ini terbakar seperti yang lainnya. Harganya sangat mahal," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

82