Home Internasional Ingatkan Pertempuran di Stalingrad, Putin Siap Hadapi Tank Jerman

Ingatkan Pertempuran di Stalingrad, Putin Siap Hadapi Tank Jerman

Moskow, Gatra.com - Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia kembali diancam akan kedatangan tank Jerman, seperti yang terjadi pada Perang Dunia II. Itu artinya, memperingatkan bahwa Moskow harus siap untuk menanggapi agresi dari Barat.

Berbicara di acara peringatan 80 tahun kemenangan Tentara Merah atas Nazi Jerman di Stalingrad, Putin menarik kesejajaran kejadian antara perjuangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II, dan intervensi Moskow di Ukraina.

“Ini sulit dipercaya tapi benar. Kami kembali diancam oleh tank Leopard Jerman,” katanya di selatan kota Volgograd, dikutip AFP, Kamis (2/2).

“Berulang kali kami dipaksa untuk mengusir agresi kolektif Barat,” tambah Putin.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Eskalasi saat Jerman Kirim Tank Leopard ke Ukraina

“Kami tidak mengirim tank ke perbatasan mereka, tetapi kami memiliki sesuatu untuk ditanggapi, dan itu tidak hanya tentang menggunakan kendaraan lapis baja. Semua orang harus memahami ini,” tambahnya.

“Perang modern dengan Rusia akan sangat berbeda,” katanya.

Sejak mengirim pasukan ke Ukraina pro-Barat Februari lalu, Putin telah berulang kali mengancam akan menggunakan senjata nuklir melawan Barat jika konflik meningkat.

“Kesiapan untuk melangkah sampai akhir, melakukan hal yang mustahil demi ibu pertiwi, demi kebenaran dan ada dalam darah, dalam karakter rakyat multinasional kita,” kata Putin.

Baca Juga: AS Setuju Kirim 31 Tank Abrams ke Ukraina

Pertempuran Stalingrad 1942-1943 berkecamuk selama hampir enam bulan dan ketika berakhir, kota itu menjadi hancur, dan lebih dari satu juta tentara dan warga sipil kehilangan nyawa mereka.

Kemenangan Tentara Merah menandai titik balik tidak hanya bagi Uni Soviet, yang telah mengalami beberapa kekalahan telak, tetapi juga bagi pasukan Sekutu.

Peringatan 80 tahun kemenangan itu terjadi saat Rusia berupaya meningkatkan ofensifnya di Ukraina, didukung oleh puluhan ribu pasukan cadangan yang dimobilisasi sejak musim gugur lalu.

73