Home Regional Gus Muhaimin Dapat Dukungan Nyapres dari Perajin Batik di Blora

Gus Muhaimin Dapat Dukungan Nyapres dari Perajin Batik di Blora

Blora, Gatra.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mendapatkan dukungan untuk maju menjadi calon Presiden RI tahun 2024 dari para perempuan perajin batik se-Kabupaten Blora, Sabtu (15/7).

Para perempuan perajin batik ini mendeklarasikan dukungan disela-sela kegiatan rutin membatik bersama komunitas ini. 

Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi antar pengrajin, juga sebagai sarana mensosialisasikan batik kepada masyarakat luas terutama generasi milenial. Selain deklarasi, para perempuan perajin batik juga membatik sebuah kain batik bertuliskan “Gus Muhaimin Iskandar Presiden RI 2024”.

Baca Juga: Mbah Munif Girikusumo: Gus Muhaimin Sosok yang Pantas Wakili NU di Pilpres

Salah seorang inisiator deklarasi yaitu Lilik Hidayati mengatakan bahwa para perempuan perajin batik di Blora mendukung Gus Muhaimin maju sebagai Presiden RI 2024 mendatang.

Lilik menuturkan salah satu pertimbangan memilih Gus Muhaimin sebagai calon Presiden RI adalah karena sosok Gus Muhaimin yang dikenal atas dedikasinya dalam melestarikan warisan budaya Indonesia dan mendukung industri lokal.

"Kita perajin batik juga ingin menyalurkan aspirasi kami. Di mata pengrajin batik beliau itu citranya bagus. Selain mendukung batik sebagai warisan budaya khas Indonesia,  sejak awal terjun di organisasi (politik) kami melihat reputasi beliau juga bagus," kata Lilik.

Harapan para perajin dari mendukung Gus Muhaimin, agar aspirasi masyarakat di Komunitas Batik se-Indonesia bisa tersampaikan. Karena komitmen Gus Muhaimin dalam 11 janji kerjanya dapat diterjemahkan  dengan memajukan minat perajin batik sejalan dengan visinya yang lebih luas untuk mendukung industri lokal dan melestarikan warisan budaya. 

Para perajin batik di Kabupaten Blora mendeklarasikan dukungan kepada Gus Muhaimin untuk menjadi Presiden. (IST)

“Kami melihat melalui berbagai inisiatif,  Gus Muhaimin telah menunjukkan pemahamannya tentang tantangan yang dihadapi perajin, termasuk akses pasar yang terbatas, kurangnya sumber daya, dan perlunya pengembangan keterampilan,” sambung Lilik.

Chumaidah salah satu peserta kegiatan juga menyampaikan Gus Muhaimin itu harus mendengarkan amanat dari kelompok yang lebih spesifik seperti pekerja, karena ini lebih mudah. 

“Lebih mudah dalam berarti ya ini tinggal diubah oleh beliau menjadi misinya. Misi dari pemerintahan kedepan dibawah kepemimpinan Gus Muhaimin untuk mewujudkan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif khususnya pembatik,” katanya.

Di akhir wawancara, Lilik menegaskan lagi dukungan dari komunitas perajin batik karena keyakinan akan kemampuan Gus Muhaimin untuk memperjuangkan kepentingan mereka dan membawa perubahan positif. Rekam jejak Gus Muhaimin dalam mengadvokasi industri lokal dan pelestarian budaya, menjadikannya kandidat CAPRES yang ideal untuk mewakili suara mereka.
 

20