Home Gaya Hidup RSCM Imbau Masyarakat Sejak Dini Deteksi Kanker Prostat

RSCM Imbau Masyarakat Sejak Dini Deteksi Kanker Prostat

Jakarta, Gatra.com- RSCM Kencana melakukan peluncuran kembali atau relaunching Prostate Centre dan Couple's and Well-being. Dalam kegiatan ini dilakukan aktivitas penting yaitu deteksi dini kanker prostat dengan Prostate Spesific Antigen (PSA) secara gratis dengan target 200 pasien yang memiliki risiko tinggi kanker prostat di RSCM dan RSUI.

Deteksi dini kanker prostat, ketika masih terbatas pada prostat, memberikan prognosis yang lebih baik bagi pasien. Sayangnya, di Indonesia, deteksi dini kanker prostat belum mencapai tingkat optimal.

Banyak pasien datang ke dokter dalam stadium lanjut, terutama karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker prostat dan pentingnya pemeriksaan dini. Ini menjadi masalah serius, terutama di antara mereka yang memiliki risiko tinggi, seperti yang memiliki riwayat kanker prostat dalam keluarga. Ini disayangkan karena jika kanker prostat dapat dideteksi pada tahap awal, peluang kesembuhannya akan lebih tinggi.

"Pasien kanker prostat yang di diagnosis dan tata laksana pada stadium dini, ternyata memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun mencapai di atas 90%. Kami sangat mengharapkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap kanker prostat dan gangguan fungsi seksual pada pria dan pasangannya," ungkap Ketua KSM Urologi RSCM FKUI, Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp. U(K) selaku dalam sambutannya saat Press Conference pada, Jumat (22/9).

"Lakukan deteksi dini apabila mencurigai adanya gejala tertentu, seperti kesulitan buang air kecil, adanya darah dalam urine, kekuatan menurun dalam pancaran urine, serta adanya disfungsi ereksi," bebernya lagi.

Untuk itu, ia berharap dengan adanya relaunching dari Kedua Centre ini para pasien dengan gangguan Kesehatan di bidang Urologi bisa segera ditangani. "Baik di bidang kanker prostat maupun di bidang kesehatan seksual dapat ditangani dengan lebih cepat dan dilakukan penanganan secara holistik dan mumpuni," ucap dia.

Reporter: Vanissa Marzaita Saleh