Home Hiburan TEMAN Gabungkan Opera dan Musikal dalam '6', Teater Musikal yang Penuh Tantangan

TEMAN Gabungkan Opera dan Musikal dalam '6', Teater Musikal yang Penuh Tantangan

Jakarta, Gatra.com - Teater Musikal Nusantara (TEMAN) sukses menampilkan karya terbaru mereka "6" dalam rangkaian acara Festival Musikal Indonesia 2023. Direktur dan koreografer "6", Venytha Yoshiantini mengatakan, pementasan kali ini sangat spesial.

"Kita mau menggabungkan opera dan musikal ya. Itu hal yang saya personally belum lihat di Indonesia," ucap Veny usai pementasan di Festival Musikal Indonesia (FMI) 2023 di Ciputra Artpreneur Jakarta, Minggu (29/10).

Veny mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi dalam produksi kali ini adalah soal "kiblat" selama pentas. "Kiblat" yang dimaksud adalah "blocking" atau cara pemain teater menempatkan diri di atas panggung.

Baca Juga: Festival Musikal Indonesia 2023 Resmi Dibuka

Jika biasanya para pemain akan saling berhadapan, dalam pementasan "6" pemain atau penyanyi justru menghadap penonton langsung, seakan-seakan berdialog langsung dengan penonton.

"Namanya poor man theater, itu dianggap dari gorilla theater ya. Biasanya, teater yang lebih bermain dengan khayalan, the magic 'what if'," jelas Veny lagi.

Meskipun membawakan sesuatu yang baru, Veny mengaku kalau proses pementasan ini terbilang singkat. "Kita baru bahas konsep itu bulan lalu. Tanggal 10 baru selesai semua script dan musik. Kita latihan 6 hari," ucap Veny.

Walaupun waktu persiapannya singkat, tim produksi tetap memastikan keamanan dari properti dan set yang digunakan. Misalnya, lemari yang dinaiki salah satu pemain. Saat pentas, pemain ini terlihat seperti duduk melayang mengitari panggung.

"Jadi, misalnya lemari, kita harus lapisin, terus dicoba oh kurang kuat nih, lapisin lagi, kurang stabil nih, lapisin lagi," kata Veny sambil tertawa.

Baca Juga: Kisah 'Ibu' di Festival Musikal Indonesia 2023

Pementasan "6" mengambil inspirasi dari kisah nyata. Veny mengatakan, cerita ini mereka ambil dari teman mereka sendiri yang bernama Dita. Teater musikal ini bertujuan untuk menunjukkan sulitnya kehidupan seorang anak indigo.

"Hidup sebagai seorang indigo itu susah karena sebenarnya ngebantu orang, tapi dia sendiri yang kena getahnya," jelas Veny.

Dijelaskan, tidak sedikit orang-orang yang minta bantuan pada Dita, justru menghilang begitu saja setelah dibantu. Alhasil, Dita merasakan sakitnya sendiri tanpa ada hasil. Penderitaan dan sakit hati Dita ini ditampilkan dengan berbagai metafora oleh TEMAN dalam teater musikal "6".

39