Home Regional Pemkab Demak Gencarkan Pencegahan Perilaku LGBT pada Remaja

Pemkab Demak Gencarkan Pencegahan Perilaku LGBT pada Remaja

Demak, Gatra.com - Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menggelar Forum Komunikasi Ulama dan Umaro (FKUU) dalam rangka pencegahan perilaku Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) pada remaja untuk pengendalian penyebaran HIV, Senin (4/12).

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Demak Eisti'anah, Sekretaris Daerah Akhmad Sugiharto, Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dan SDM, Komisi Penanggulanagan Aids Kabupaten Demak beserta jajarannya, Plt. Kabag Kesra Setda, para Guru BK SMA/SMK dan MA serta tamu undangan. 

Baca Juga: Ditlantas Polda Jateng Gelar Monev ETLE Drone di Demak

Narasumber yang hadir adalah Sekretaris I Komisi Penanggualangan AIDS Kabupaten Tulungagung Jawa Timur,  Ifada Nur Rohmaniah dan Dokter RSUD Sultan Fatah Kabupaten Demak, dr. Lisa Novi Puspitasari. 

Bupati Demak Eisti'anah dalam sambutanya menyampaikan pencegahan perilaku LGBT pada remaja untuk mengendalikan penyebaran HIV di Kabupaten Demak.

Dia menegaskan, ini adalah isu kesehatan masyarakat yang tidak hanya memerlukan perhatian, tetapi juga kerja sama semua pihak.

“Konteks ini sangat penting untuk kita kaji bersama, mengingat era modernisasi telah memberikan dampak yang luar biasa bagi remaja. Banyak kalangan remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas yang kemudian menimbulkan keragaman identitas seksual dan gender yang lebih dikenal dengan LGBT,” katanya.

Perilaku LGBT tidak hanya menjadi isu kesehatan, tetapi juga menyangkut nilai-nilai moral dan agama yang dipegang. 

“Forum Komunikasi ini menjadi wadah yang sangat berharga untuk mendiskusikan pendekatan terbaik dalam memberikan arahan dan pendidikan kepada remaja kita,” terangnya.

Remaja adalah aset berharga bagi masa depan. Dan sebagai pendidik, guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing dan membantu mereka menghadapi tantangan zaman ini.

Baca Juga: Masuki Musim Penghujan, Ini Tips Dandim Demak untuk Masyarakat

"Saya percaya, sebagai para pendidik, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, mendukung, dan memberikan pemahaman yang benar tentang keberagaman manusia," tutupnya. 

Sementara Sekretaris I Komisi Penanggualangan AIDS Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Ifada Nur Rohmaniah sebagai narasumber pada kegiatan tersebut mensosialisasikan terkait HIV dan Kewaspadaan LGBT. 

"Istilah LGBT merangkul keanekaragaman orientasi seksual dan identitas gender yang terus berkembang seiring waktu. LGBT dan Same Sex Attraction (SSA)/ketertarikan sesama jenis itu berbeda. LGBT itu identitas sosial, sedangkan SSA adalah orientasi seksual, dan kedua hal tersebut sangat berbeda," katanya.

Disampaikan pula bahwa SSA/LGBT bisa dicegah sejak dini. Terutama dimulai dari lingkungan keluarga sebagai garis terdepan dalam pembentukan karakter.

107