Home Internasional Putin akan Kunjungi UEA, Saudi dan Negara-negara Teluk

Putin akan Kunjungi UEA, Saudi dan Negara-negara Teluk

Moskow, Gatra.com - Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi dan negara-negara teluk, pada Rabu (5/12). 

Juru bicara Kremlin mengungkapkan bahwa Putin juga akan mengadakan pembicaraan dengan presiden Iran.

Ditanya apakah Putin akan membahas kemungkinan tindakan terkoordinasi terhadap pasar minyak global selama kunjungannya ke Teluk, Juru bicara Dmitry Peskov, mengatakan pembicaraan semacam itu diadakan di dalam kelompok OPEC+ tetapi isu tersebut selalu menjadi agenda.

Kunjungan ini dilakukan setelah OPEC+ pada Kamis lalu, menyetujui pengurangan pasokan secara sukarela dengan total sekitar 2,2 juta barel per hari, sebuah langkah yang ditanggapi dengan skeptis oleh pasar minyak.

Rencana Putin untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, dan Uni Emirat Arab pertama kali diungkapkan pada hari Senin, oleh outlet berita online SHOT.

SHOT mengutip ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, yang mengatakan bahwa Putin pertama-tama akan pergi ke UEA dan kemudian ke Arab Saudi, di mana negosiasi akan dilakukan terutama dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Putin dan pangeran MBS, telah mengembangkan hubungan dekat. Mereka berperan penting dalam mencapai kesepakatan untuk membentuk kelompok produsen minyak terkemuka, yang sekarang dikenal sebagai OPEC+, pada akhir tahun 2016, guna menopang pasar energi, yang merupakan kunci bagi pendapatan anggaran kedua negara.

Baca Juga: Rusia Apresiasi Hamas atas Pembebasan Sandera Warganya di Gaza

Di UEA, Dubai telah menjadi pusat perdagangan penting bagi perusahaan minyak Rusia, termasuk produsen minyak nomor dua, Lukoil, yang memindahkan sebagian operasinya ke kota tersebut karena sanksi Eropa terhadap Moskow yang mendorong para pedagang ke wilayah netral.

Diketahui Putin jarang bepergian ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, dan kebanyakan ke negara-negara bekas Uni Soviet. Perjalanan terakhirnya ke luar negara-negara tersebut adalah ke Tiongkok pada bulan Oktober.

OPEC+, pada hari Kamis menyetujui pengurangan pasokan sukarela dengan total sekitar 2,2 juta barel per hari (bph), untuk kuartal pertama tahun 2024, dipimpin oleh Arab Saudi, kemudian melanjutkan pengurangan sukarela saat ini. Angka 2,2 juta barel per hari termasuk perpanjangan pemotongan sukarela Saudi dan Rusia sebesar 1,3 juta barel per hari.

Reaksi pasar minyak terhadap pengaturan baru ini tidak begitu baik karena adanya skeptisisme mengenai apakah pemotongan sukarela akan dilaksanakan sepenuhnya.

Harga minyak turun 2 persen pada minggu lalu setelah pengumuman tersebut, dan turun lebih lanjut pada hari Senin, namun minyak mentah berjangka Brent masih naik hampir 1 persen pada hari Selasa.

35