Home Pemilu 2024 TPN Ganjar-Mahfud Dapat Laporan Kades Dipanggil Polda H-1 Pencoblosan

TPN Ganjar-Mahfud Dapat Laporan Kades Dipanggil Polda H-1 Pencoblosan

Jakarta, Gatra.com - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud melaporkan, intimidasi kepada kepala desa dan pemilih semakin marak terjadi menjelang hari pencoblosan. Wakil Direktur Eksekutif Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Finsensius Mendrofa menyampaikan, laporan-laporan yang TPN terima lebih banyak dari Pulau Jawa, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Kalau untuk kepala desa ini, bahkan kita mendapatkan informasi satu hari sebelum pencoblosan itu malah dipanggil di Polda,” ucap Finsensius Mendrofa saat ditemui di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Jumat (16/2).

Finsensius mengatakan, pihaknya masih melakukan identifikasi dan validasi untuk menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan yang ia terima. Jika pemanggilan kepala desa ke Polda bukan merupakan intimidasi, Finsensius menilai pemanggilan ini terburu-buru mengingat proses Pemilu 2024 memasuki babak yang krusial.

Selain pejabat seperti kepala desa, kata Finsensius, TPN juga mendapatkan sejumlah laporan para pemilih mendapat intimidasi jelang hari pencoblosan pada Rabu (14/2) lalu.

“Intimidasi itu ya, menemui pemilih pada saat proses perjalanan menuju TPS, misalnya. Kita juga mendapatkan informasi itu,” jelas Finsensius.

Ia tidak secara gamblang menyebutkan lokasi intimidasi terjadi. Namun, Finsensius mengatakan, laporan intimidasi semacam ini masih banyak datang dari sejumlah daerah di Jawa.

Menanggapi masifnya dugaan kecurangan yang ada, TPN Ganjar-Mahfud tengah melakukan inventarisasi terhadap laporan-laporan yang mereka dapatkan.

“Inventaris ini sebenarnya bukan hanya pada saat terjadi dalam pencoblosan itu. Tapi, kita sudah menemukan atau mendapatkan informasi pengaduan dari masyarakat itu sebelum atau prapencoblosan,” kata Finsensius lagi.

25