Home Internasional Gencatan Senjata Tak Dipatuhi, Rusia Desak PBB Hukum Israel

Gencatan Senjata Tak Dipatuhi, Rusia Desak PBB Hukum Israel

New York, Gatra.com - Utusan tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vasily Nebenzia mendesak penjatuhan sanksi terhadap Israel atas ketidakpatuhannya terhadap resolusi wajib yang disahkan oleh Dewan Keamanan.

Nebenzia mencatat bahwa Resolusi DK PBB 2728 menuntut gencatan senjata di Gaza selama Ramadan, namun hal ini tidak dilaksanakan oleh Israel.

“Kami mengingatkan Anda sekali lagi bahwa ketidakpatuhan terhadap resolusi wajib Dewan Keamanan harus berujung pada sanksi terhadap pelanggarnya. Kami percaya bahwa Dewan harus mempertimbangkan masalah ini tanpa penundaan,” kata Nebenzia dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis (18/4).

Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne juga menyerukan sanksi terhadap Israel awal bulan ini. Pada bulan Februari, Paris memberikan sanksi kepada 28 warga negara Israel, meskipun pemerintah Prancis belum mempublikasikan nama mereka.

Resolusi gencatan senjata Hamas diadopsi oleh Dewan Keamanan pada tanggal 25 Maret dengan hasil pemungutan suara sebanyak 14 suara yang mendukung dan tidak ada yang menentang, dengan AS abstain. Dokumen tersebut menuntut gencatan senjata di Gaza selama bulan Ramadhan, pembebasan segera dan tanpa syarat semua sandera, dan menjamin akses kemanusiaan ke Gaza.

Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza hampir tidak mungkin dilakukan saat ini, kata Nebenzia, merujuk data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, yang menunjukkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) saat ini memblokir setengah dari konvoi truk pembawa bantuan kemanusiaan menuju ke Gaza.

Awal bulan ini, Israel mengakui bahwa IDF secara keliru melakukan serangan terhadap World Central Kitchen menewaskan tujuh personel organisasi tersebut. Para Korban terdiri dari tiga warga negara Inggris, seorang warga Australia, seorang warga Palestina, seorang Polandia, dan seorang warga AS-Kanada.

Tak lama setelah AS abstain dalam resolusi gencatan senjata PBB di Gaza, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan rencana kunjungan delegasi tingkat tinggi ke Washington sebagai protes atas tindakan tersebut.

Netanyahu menuding AS mundur dari prinsipnya dengan membiarkan pemungutan suara tersebut diloloskan tanpa melampirkan syarat-syarat yang memungkinkan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas.

42