Home Politik Meski Jumlah Kursi Menciut, Golkar Masih Jawara DPRD Riau,

Meski Jumlah Kursi Menciut, Golkar Masih Jawara DPRD Riau,

Pekanbaru, Gatra.com - Sempat diterpa isu kalau Golkar kalah oleh Partai Keadilan Sejaterah (PKS) di Riau. Tapi kenyataannya, Partai Golkar ternyata masih menjadi pemenang di Riau.

Berdasarkan DA1 hasil Pleno PPK se-kabupaten/kota Provinsi Riau, Partai Golkar berhasil mengamankan 11 kursi dari 65 kursi yang diperebutkan untuk DPRD Riau. Torehan tersebut merupakan raihan jumlah kursi terbanyak yang diraih partai politik di Riau. Merujuk capaian tersebut jabatan posisi Ketua DPRD Riau pun bakal masih bertahan di genggaman Partai Golkar.

Tapi, meski tampil sebagai pemenang, jumlah raihan kursi Partai Golkar di DPRD Riau justru mengalami penurunan. Partai besutan Airlangga Hartarto ini pada Pemilu 2014 lalu memperoleh 14 kursi di parlemen Riau. Artinya, pada Pemilu serentak 2019 Partai Golkar kehilangan 3 kursi di DPRD Riau.

Menurut pengamat politik Universitas Muhammadiyah Riau, Aidil Amri, berkurangnya kursi Partai Golkar pada Pemilu kali ini bukan hanya disebabkan oleh haluan politik DPP Partai Golkar yang berbeda dengan dinamika politik lokal di Riau. Seperti diketahui Golkar termasuk partai yang ikut dalam koalisi Jokowi - Ma'ruf. Sementara hasil perolehan Pemilu Presiden di Riau menujukan bahwa Prabowo - Sandia yang muncul sebagai pemenang.

"Tapi juga soal pengaruh regenerasi pemilih. Banyak pemilih Partai Golkar di Riau berasal dari kalangan orang tua. Bahkan banyak yang tidak tahu caleg, tapi tahu partai kuning terutama di daerah - daerah," katanya kepada Gatra.com, Senin (13/5).

Secara nasional jumlah pemilih berusia muda terbilang besar pada Pemilu 2019. Dari 190 juta data pemilh, lebih dari 40 persen merupakan pemilih golongan millenial.

Kata Aidil, bila Partai Golkar tidak berupaya melakukan serangkaian perubahan dalam merangkul pemilih muda, maka partai bikinan Orde Baru itu berpeluang akan ditinggal pemilih walau tidak dengan serta merta.

Sementara itu Pengamat Politik dari Universitas Riau Tito Handoko mengungkapkan, sulit untuk membayangkan Golkar akan kalah dalam perebutan kursi DPRD Riau. Dosen ilmu pemerintahan ini menyebut Golkar belum pernah kalah untuk urusan DPRD Riau.

"Soal DPR RI mungkin ada indikasi kalah, minimal jauh berkurang. Misalnya tahun 2009, Golkar meraup tiga kursi hanya di dapil Riau 2, tapi di 2014 cuma kebagian satu kursi. Kalau untuk level DPRD Riau rekam jejak Golkar memang menunjukan penurunan tapi bukan kalah. Golkar selalu menang untuk DPRD Riau," katanya.

 

982