Home Milenial Pelatih Capaska Batanghari Sampaikan Alasan Mundur ke Dewan

Pelatih Capaska Batanghari Sampaikan Alasan Mundur ke Dewan

Batanghari, Gatra.com - Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Batanghari Adison meminta dua pelatih Capaska 2019 memberikan alasan mundur dari tim seleksi. Pertemuan selama 60 menit ini menindaklanjuti pertemuan Komisi III dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batanghari pekan lalu.

"Saya sampaikan bahwa awalnya kami katakan mundur atas nama organisasi, bukan nama individu yang disebutkan pihak Dispora dalam pertemuan dengan Komisi III DPRD Batanghari sebelumnya," kata Majelis Pertmbangan Organisasi PPI Batanghari Helmaidi didampingi Ketua PPI Batanghari Rami Vulwondes, Senin (5/8).

Baca Juga: Dua Pelatih Capaska Penuhi Panggilan Komisi III

Mantan Ketua PPI Batanghari ini berujar proses seleksi paling lambat tiga bulan sudah harus dapat capaska. Sebab proses pembinaan bukan semata-mata proses pembinaan Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB).

"Tapi bahwa etika, jasmani dan rohani secara keseluruhan, itu yang harus kami dapat. Kami beranggapan, layak mereka dengan LKBB tapi etika tidak ada, saya rasa bukan Paskibraka," ujarnya.

Ia bilang proses pembinaan etika capaska tidak semudah membalikkan telapak tangan. Itulah alasan dia dan Ketua PPI Batanghari minta pengumuman nama-nama dipercepat.

"Sebab kami juga akan menjalani program PPI yaitu pembinaan. Endingnya setelah mereka pengibaran dan penurunan," katanya.

Baca Juga: Disebut Tidak Profesional, Rami: Kami Kerja Total!

Proses pembinaan setelah masuk asrama banyak sekali. Pertama, kepribadian, melipitu etika, disiplin, kerja keras, profesional, adil, teladan dan integritas. Mau tidak mau, suka tidak suka adik-adik (Capaska) harus dapatkan itu.

Kedua, Jasmani, terdiri dari lari, push up dan kesimbaangan tubuh. Ini sangat berpengaruh sekali dengan daya tahan tubuh capaska selama menjalani latihan. Kemudian rohani, capaska masuk asrama harus hafal Azan, qomat dan pasih membaca doa serta paseh kultum bagi beragama Islam.

"Jadi pada saat di asrama, capaska memang benar-benar sudah siap. Lalu proses peningkatan rasa nasionalisme. Mereka wajib hapal Pancasila, UUD 1945, Proklamasi, Sumpah Pemuda, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan hapal 20 lagu wajib nasional. Karena proses inilah memang capaska harus masuk sebelum Agustus," ujarnya.

Selanjutnya soal kepemimpinan. Mereka harus mapan berpidato, mempunyai jiwa motivasi dan tanggung jawab serta loyalitas. Biasanya capaska diajarkan berbicara di depan dengan tujuan agar seorang Paskibraka bisa tampil percaya diri. Semuanya saling keterkaitan dan mereka harus punya mental.

"Hal paling mendasar kami mengundurkan diri, karena PPI ada jadwal latihan. Kalau menghitung hari 1-17 Agustus betul. Efektifnya latihan kalau dengan kami hanya 5 hari. Kalau menghitung jam, satu hari 24, kami cuma ketemu 7 jam. Kalaupun kita paksakan dengan kondisi fisik adik-adik capaska, saya rasa tidak memungkinkan, akan berakibat fatal, karena waktu istirahat mereka normalnya hanya 5 jam," ujarnya.

1584