Home Teknologi Hewan Raksasa Baru yang Mirip Loch Ness Ditemukan di Antartika

Hewan Raksasa Baru yang Mirip Loch Ness Ditemukan di Antartika

La Plata, Gatra.com - Para ahli paleontologi telah menemukan fosil seekor hewan yang bentukny mirip dengan Loch Ness di kawasan beku Antartika. Dan seperti Nessie yang legendaris, makhluk ini tidak berukuran kecil.

Makhluk tersebut adalah jenis pllesiosaurus, reptil laut bersirip empat yang hidup selama zaman dinosaurus yang berukuran panjang 36 kaki (11 meter) dari moncong ke ekor. "Monster laut" yang baru ditemukan ini diketahui adalah makhluk elasmosaurid terbesar yang pernah ditemukan.

"Tidak hanya panjang, makhluk ini juga cukup besar dengan berat hampir mencapai 15 ton ketika masih hidup, menjadikannya elasmosaurid terbesar yang pernah diketahui," ucap ahli paleontologi Museum La Plata dan Universitas Nasional La Plata, Argentina, José O'Gorman seperti dikutip dari Livescience.com, Kamis (13/6).

Para peneliti menemukan sisa-sisa plesiosaurus raksasa tersebut di Pulau Seymour di Antartika (dikenal sebagai "Marambio" di Argentina) pada tahun 1989. Tetapi binatang itu begitu besar dan situasi di kawasan itu begitu keras sehingga memerlukan tiga kali ekspedisi, yaitu pada 2005, 2012 dan 2017, untuk sepenuhnya mengumpulkan sisa spesimen. Selama ekspedisi-ekspedisi itu para ilmuwan mengumpulkan 1.760 pon (800 kilogram) fosil tulang yang tertanam di batu.

Plesiosaurus ini kemungkinan termasuk dalam genus Aristonectes, tetapi para ilmuwan belum yakin apakah itu spesies baru, kata O'Gorman. Hal itu karena rangkaian fosil yang baru ditemukan ini tidak cukup tumpang tindih dengan spesimen lain yang pernah ditemukan, membuat upaya membandingkannya menjadi sulit.

Aristonectes yang baru ditemukan ini kemungkinan makanannya adalah hewan invertebrata, yaitu hewan tanpa tulang punggung, seperti ubur-ubur. Ukuran besar spesimen ini menunjukkan bahwa ekosistemnya makmur dan kemungkinan penuh dengan mangsa yang bisa diburu, kata O'Gorman. Kondisi makmur (banyak sumber makanan) seperti itu mungkin bertahan hingga kepunahan massalnya, sekitar 66 juta tahun yang lalu.

1636