Home Milenial Viu Shorts! Ajang Sinematografi Dukung Kearifan Lokal

Viu Shorts! Ajang Sinematografi Dukung Kearifan Lokal

Jakarta, Gatra.com- Siswi kelas XI SMAN 2 KS Cilegon Merina Wahyuni Aprillia menjadi pemenang Beasiswa Viu Shorts!. Debut itu dihasilkan dari karyanya menjadi pemimpin produksi dari film pendek Viu Original Mitos Cilegon – Kelangkahan.

Ini adalah sebuah film pendek tentang mitos atau kepercayaan atas kekuatan seekor kucing dalam membangkitkan orang yang sudah meninggal. Viu Original Mitos Cilegon – Kelangkahan ini adalah satu dari 17 film pendek yang diproduksi dari kegiatan Viu Shorts! periode 2018-2019.

“Alhamdullilahirobbil’alamiin! Saya sangat senang terpilih sebagai Penerima Beasiswa Viu Shorts! Terlibat dalam Viu Shorts dan mendapatkan bimbingan dari para profesional dalam membuat film pendek sudah menjadi berkah bagi saya,” ungkap Meryna atas kemenangannya di Jakarta, Rabu (17/7).

Meryna akan menerima beasiswa untuk melanjutkan studi Sinematografi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) selama 4 tahun. Selain itu ia juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja bersama tim Viu Original Indonesia.

Selain Meryna, Viu Original Mitos Siak - Kue Khasidah terpilih sebagai film pendek terbaik. Ini merupakan karya dari Nur Azizah, remaja berumur 18 tahun dari Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Baca juga: Film 'Kue Khasidah' Anak Riau Jadi Yang Terbaik Nasional

Sebagai informasi, Viu Shorts merupakan salah satu program Viu Indonesia, sebuah layanan streaming hiburan yang dioperasikan oleh PCCW Media Group dan tersedia di 17 negara. Kegiatan itu untuk mendukung perkembangan sinematografi di tanah air.

“Viu Shorts adalah bukti komitmen kami bagi para pencipta konten Indonesia dan cerita lokal. Dalam waktu kurang dari satu bulan, film Viu Shorts! telah menduduki peringkat kedua konten Indonesia yang paling banyak ditonton di Viu,” ungkap Country Manager Indonesia - Viu, Varun Mehta .

Menurut Varun, hal tersebut membuktikan bahwa tema “Mitos” yang dipilih untuk Viu Shorts! 2018-2019 memiliki daya tarik kuat. “Kami percaya pada kekuatan cerita-cerita hebat dan merupakan upaya kami untuk memberikan talenta yang begitu muda dan luar biasa, sebuah platform global,” tuturnya lagi.

Baca juga: Rilis Hari Ini, Berikut Bocoran Serial Terbaru Viu 'REWRITE'

Bagi Viu, lanjut dia, ajang ini menjadi sebagai permulaan dengan harapan akan menjadi agenda rutin perusahaan. “Kami berharap dapat mendukung lebih banyak anak muda Indonesia yang berbakat seperti Merina,” ia menegaskan.

Penerima beasiswa tersebut dipilih oleh tim panel dengan ketua, Ilham Habibie dari Berkarya!Indonesia. Dengan anggota Direktur Program Konten Indonesia Viu, Vivian Idris.

Serta Direktur Akses Non Perbankan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Syaifullah. Juga Wakil Rektor IV–Bidang Kerja Sama Institut Kesenian Jakarta, Suzen HR. Tobing. Lalu Ketua Bidang Promosi Lokasi Badan Perfilman Indonesia, Roisamri.

Baca juga: Perankan Senja di Serial Rewrite, Audi Marissa Sempat Dilema

Ilham Habibie mengapresiasi program yang bertujuan mencapai pertumbuhan ekonomi kreatif nasional itu. “Viu Shorts! 2018-2019 benar-benar melebihi harapan awal kami. Indonesia adalah negara yang penuh dengan potensi kreatif luar biasa, sangat menarik untuk menunjukkan bakat dan budaya Indonesia melalui Viu sebagai platform global,”ungkap Ilham Habibie.

Sebelumnya, para peserta Viu Shorts telah mendapat Workshop yang dilakukan tim dari IKJ, Viu, dan Berkarya Indonesia dengan bekerjasama dengan 17 Pemerintah Daerah di 17 kota Indonesia. “Mereka sebelumnya selama satu minggu mengikuti workshop,termasuk bagaimana cara membuat script. Yang terbaik ditutor dan dibimbing untuk diproduksi,” ungkap Suzen.

Baca juga: Kelas Videografi # 1 Luar Kuliah, Luar Biasa

Ia mengungkapkan, para pemenang tersebut dinilai dari bagaimana membungkus konten dan ide cerita dengan wawasan sinematografi yang divisualisasikan secara sederhana dari dari shot ke shot lainnya. “Nilai lokal dapat garap produksi visualisasi dengan pemilihan shot gambar adegan yang luar biasa. Seolah sudah sekolah film,” ungkap Suzen.

Melihat wawasan dari karya film itu, ia melihat ada passion baru dari anak-anak 17 kota yang ternyata berbakat. Poin kedua, Suzen menyebut penilaian dari sisi standar sinematografi yang dinilai layak. Bagaimana nilai budaya yang bagus sesuai karakter pemain serta dengan ekspresi pas.

298