Home Ekonomi Revitalisasi Kawasan Transmigrasi, Ciptakan Daerah Definitif, dan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Revitalisasi Kawasan Transmigrasi, Ciptakan Daerah Definitif, dan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, Gatra.com - Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen PKT) berhasil menciptakan 1.336 desa definitif, 399 Ibu Kota kecamatan, 104 kabupaten, dan 2 Ibu Kota provinsi. Pencapaian ini merupakan hasil dari program revitalisasi kawasan transmigrasi yang terus digencarkan pemerintah.
 
"Output yang sudah kita lakukan, capaian transmigrasi itu sudah terbentuk kurang lebih 1300 desa definitif, Ibu Kota, kecamatan, yang tadinya hutan. Bahkan sudah ada yang jadi Ibu Kota provinsi, di Bulungan dan Mamuju Sulawesi barat," ucap Dirjen PKT, M Nurdin ketika disambangi Gatra.com di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/9).
 
Nurdin menyebutkan, kawasan transmigrasi juga menghasilkan komoditas unggulan melalui program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Bahkan, menurutnya, beberapa komiditas unggulan kawasan transmigrasi merupakan produk ekspor.
 
"Kakao ada sekitar 200 ribu hektar, kopi 57 ribu hektar, karet, lada, dan lain-lain. Banyak lah itu," katanya.
 
Selain itu, lembaga ekonomi juga dibentuk guna meningkatkan pertumbuhan kawasan transmigrasi. Nurdin menyebutkan, terdapat 812 unit BUMDes, 1.135 unit koperasi, 10.688 kelompok tani, dan 495 pasar.
 
"Kalau pasar kan berarti sudah ada aktivitas yah. Ada komoditi, ada lembaga, ada processing unit-nya juga. Jadi sudah ada aktivitas ekonominya," ujarnya.
 
Selanjutnya, Nurdin menuturkan, tingkat pendapatan dan kemiskinan di kawasan transmigrasi mengalami perubahan. Hingga tahun 2018 lalu, tingkat pendapatan masyarakat di kawasan transmigrasi mencapai Rp800 ribu perkapita.
 
"Tingkat kemiskinan juga terus menurun, di tahun 2015 mencapai 14,09%, turun hingga 13,1%. Targetnya, lima tahun ke depan, angka kemiskinan di kawasan transmigrasi mendekati 9%. Ini bisa," ucapnya.
156