Home Ekonomi Kementan Gandeng IFAD Kembangkan Wirausaha Muda Pertanian

Kementan Gandeng IFAD Kembangkan Wirausaha Muda Pertanian

Jakarta, Gatra.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meluncurkan program "Pengembangan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Pemuda di Sektor Pertanian"atau YESS, di Jakarta, Jumat (11/10).
 
Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) periode 2019-2024.
 
Amran mengatakan, program ini siap dijalankan untuk menjangkau lebih banyak petani muda yang memiliki minat berwirausaha dan ingin terjun ke dunia pertanian. Dengan program ini, generasi muda diedukasi baik dari sektor hulu hingga hilir. 
 
"Di sektor hulu, kita menggunakan pertanian modern dan di hilir kita menggunakan teknologi canggih untuk packing dan seterusnya, sehingga nilai komoditas pertanian naik 50% hingga 100% serta dapat menjawab tantangan di era ini," tegas Amran.
 
Kemudian, Ia menjelaskan pengembangan kewirausahaan menjadikan petani muda berinovasi untuk mendapatkan added value dari suatu komoditas yang selama ini tidak dinikmati petani. Nilai tambah tersebut didapat melalui pemrosesan komoditas pertanian.
 
"Namun, bagi para pemuda tani, kemauan, keyakinan harus ada dulu. Jadi kita harus yakin bahwa kita bisa berhasil," katanya.
 
Amran menjelaskan pihaknya memfasilitasi para petani muda melalui penyediaan bibit gratis dan pendampingan. "Sekarang pemuda tani ada 500 ribu sampai dengan sekarang. Kalau itu bergerak Insya Allah produksi semakin baik, ucapnya.
 
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti mengungkapkan program ini akan dilaksanakan di emoat provinsi dan 15 kabupaten. Adapun provinsi yang jadi proyek percontohan adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
 
Idha menjelaskan, program ini terdiri dari empat komponen. Pertama, peningkatan kapasitas pemuda tani. Kedua, pelatihan wirausaha. Ketiga, pemberian akses permodlaan. Keempat, manajemen pengetahuan dan mereplikasikannya kepada pemangku kepentingan terkait.
 
"Dengan adanya program ini diharapkan bahwa pemuda Indonesia agar kembali berkecimpung di bidang pertanian
 
Project Manager YESS Program, Yul Bahar mengatakan program ini dapat menyelesaikan permasalahan yang menyangkut regenerasi petani. Di mana, petani itu hingga saat ini semakin lama semakin berkurang. 
 
"Tapi kalo petani hanya bercocok tanam saja itu tidak akan menarik bagi petani. Oleh karena itu, kita tambahkan kewirausahaan. Kita tambahkan sebagai kompetensi mereka, ujarnya.
 
Lebih lanjut Bahar menuturkan program ini akan meningkatkan kompetensi para generasi muda, sehingga memiliki sertifikasi dan petani muda ahli dalam bidangnya. Ia mencontohkan, ahli tanaman anggrek atau bidang produksi tanaman hias atau tanaman pangan.
 
"Hal ini dapat mengubah paradigma jika pertanian itu kegiatan tidak menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi," tuturnya.
334