Home Ekonomi Kupang Menuju Smart City Ekosistem Industri Kreatif

Kupang Menuju Smart City Ekosistem Industri Kreatif

Kupang, GATRAreview - Kota Kupang, NTT termasuk salah satu kota dalam Gerakan 100 Smart City yang di gagas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo). Program ini diharapkan membawa perubahan dalam penataan konsep pembangunan dengan pemanfaatan teknologi informasi serta pengembangan inovasi. “Kami apresiasi Kupang sebagai salah satu kota dalam program smart city di Indonesia, perlu ada landasan dan implementasi praktis. Pengembangan daerah dengan konsep ini mendorong pelayanan publik yang menjadi efektif, efisien, inklusif dan partisipatif,” kata Wali kota Kupang, Jefry Riwu Kore, kepada Gatra Review, 4 November 2019.

Menurut Jefry Riwu Kore, Penataan konsep pembangunan berkelanjutan dengan pemanfaatan teknologi jelas Jery Riwu Kore akan berevolusi dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, menjadi prioritas dan diandalkan untuk meningkatkan nilai ekonomi. "Program ini juga akan membuka lapangan kerja baru sesuai perkembangan jaman. Kelompok atau komunitas yang memiliki kreativitas di kota Kupang sangat banyak dan bagus. Tetapi belum mampu menghasilkan suatu produk yang bagus dan memiliki nilai ekonomi yang masih sangat minim ini perlu bantuan dan bimbingan," kata Jefry.

Manfaat Smart City

Di Kota Kupang ujar Jefry Riwu Kore tercatat sebanyak 16 usaha kreatif yang tumbuh dan berkembang dengan adanya implementasi program smart city ini. “Antaranya aplikasi dan game, arsitektur, design interior, fotografi, design produk, design komunikasi visual, film, musik, griya atau kerajinan, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, kuliner, penerbitan, televisi dan radio. Jelas ini menjadi salah satu andalan dan prioritas untuk meningkatkan taraf hidup serta lapangan kerja baru,” ujar Jefry.

Selain perkembangan ekonomi kreatif yang tumbuh berkembang, lanjut Jefry Riwu Kore, Pemerintah Kota Kupang juga melalui program smart city melakukan berbagai upaya pembenahan tata kelola layanan publik yang berkualitas, tepat waktu, murah,efisien dan aman. “Melalui program smart City Pemko Kupang akan melakukan berbagai upaya pembenahan tata kelola layanan publik yang berkualitas, tepat waktu, murah,efisien dan aman,” katanya.



Kepala Bidang Pelayanan e-Goverment Dinas Informatika Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, mengatakan, tujuan utama dari program smart city bukan hanya teknologi saja. Namun pelayanan yang efektif dan efisien dalam berbagai dimensi menjadi tujuan utama dan target dari program Smart City di kota Kupang ini. “Pelayanan yang efektif dan efisien dalam berbagai dimensi menjadi tujuan utama dan target dari program smart city ini akan membawa dampak akhir bagi kesejahteraan masyarakat kota Kupang,” kata Wildrian.

Dia menyebutkan Pemerintah Kota Kupang telah menerapkan sejumlah program layanan publik sejak program smart city digagas pada 2018. “Diantaranya beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah memanfaatakan program ini. Misalnya Dinas Kominfo memasang Spot Internet Gratis di sejumlah titik, agar masyarakat dapat mengakses berbagai program pembangunan menggunakan jaringan internet tersebut,” kata Wildrian.

Instansi lain yang telah memanfaatkan program ini adalah Dinas Kesehatan dimana masyarakat mengakses program Brigade Kupang Sehat (BKS) secara online saja. “Jadi asas manfaat dari program ini sudah mulai dinikmati masyarakat. Antaraanya proses transaksi pembayaran honor dan gaji langsung ke rekening Aparatur Sipil Negara (ASN). Kemudahan lain,masyarakat dapat mengurus dan mencetak beberapa dokumen yang umum di Kelurahan mana saja melalui smart phone (handphone) ,” kata Wildrian.

Tentang anggaran, Wildrian mengaku belum dapat dipastikan berapa besaran biayanya. Karena saat ini masih dalam proses pembahasan bersama DPRD. “Soal besaran biayanya masih dalam proses. Kalaupun ada biaya-biaya yang timbul secara signifikan, itu mungkin hanya biaya di instalasi awal saja. Selanjutnya akan memberikan biaya reguler yang lebih ringan,” kata Wildrian.

Membutuhkan Tenaga IT di Daerah

Program Smart City kata Wildrian juga memerlukan sinergi semua pihak untuk mewujudkan "roh" smart city yakni inovatif, integrasi dan kolaborasi. Perlu dibangun secara bersamaan dengan persoalan terpenting yakni data awal sistemik yang terintegrasi menjadi satu bagian dari Pemerintahan kota Kupang, menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan melibatkan antar lembaga, sekolah, akademi, dan pihak swasta guna pemetaan persoalan yang perlu di tangani secara serius dan menjadi prioritas. “Sinergitas dengan semua pihak yang paling penting harus berdasar data sehingga ada kebijakan yang di buat berdasar data tersebut,”imbuh Wildrian.

Hal lain yang tak kalah mempengaruhi dari sisi implementasi smart city di Kota Kupang dalam memberikan layanan publik berbasis online yakni kendala dan hambatan, kurang dan terbatasnya tenaga ahli. Juga konsultan perseorangan di bidang teknologi (IT) guna pembuatan program, maintanance jaringan dan pengembangan aplikasi di semua OPD, yang menjadi salah satu tools utama dari menjalankan, mendukung dan menunjang program Smart City. “Jika saja tenaga IT sudah ada, mulai pembuatan aplikasi, perawatan jaringan dan pengembangan aplikasi yang sudah ada tidak perlu biaya lagi dari masing-masing OPD lagi,” kata Wildrian.

Program Smart City, kata Wildrian, juga memerlukan sinergi semua pihak sehingga roh dari smart city yakni inovatif, integrasi dan kolaborasi. Karena itu perlu dibangun secara bersamaan dengan persoalan terpenting yakni data awal sistemik yang terintegrasi menjadi satu bagian dari Pemerintahan kota Kupang, menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan melibatkan antar lembaga, sekolah, akademi, dan pihak swasta guna pemetaan persoalan yang perlu di tangani secara serius dan menjadi prioritas. “Sinergitas dengan semua pihak yang paling penting harus berdasar data sehingga ada kebijakan yang di buat berdasar data tersebut,”imbuh Wildrian Ronald Otta.


Antonius Un Taolin

Peran Guru di Era Teknologi Industri 4.0 https://t.co/DxDsiLNx2q

— GATRAcom (@GATRA_News) November 1, 2019
288