Home Kesehatan Qory Sandioriva: Pengidap Autoimun Perlu Dukungan Finansial

Qory Sandioriva: Pengidap Autoimun Perlu Dukungan Finansial

Jakarta, Gatra.com – Puteri Indonesia 2009 dan Duta Autoimmune Indonesia, Qory Sandioriva, mengungkapkan, pengidap autoimun membutuhkan dukungan dana atau finansial yang sangat besar.

Qory yang juga penyintas autoimun, dalam siaran pers yang dikutip Gatra.com pada Senin (11/10), mengaku telah menghabiskan dana yang cukup besar untuk membiayai berbagai pengobatannya.

“Selama 13 tahun ini, biaya untuk treatment saya, sampai di dalam maupun di luar negeri itu mungkin sudah bisa beli 1 rumah kali ya," ungkapnya sambil tersenyum.

Ia menuturkan, setelah positif didiagnosa mengidap autoimun, sempat menjalani treatment di sejumlah negara, mulai dari Singapura, Guangzhou, Cina; Pineng, Malaysia; hingga Korea. “Akhirnya saya stay di Indonesia,” ungkapnya.

Setelah menjalani treatment atau pengobatan di Korea selama 3 bulan dan kembali ke Indonesia, Qory masih harus menjalani berbagai treatment lanjutan, salah satunya terus berkonsultasi dengan sejumlah pihak, di antaranya psikolog untuk menjaga kestabilan psikis dan dokter spesialis penyakit dalam.

“Di situ kita harus berdamai, dalam keterbatasan ternyata masih bisa survive, sembuh, apalagi kalau ada solusi-solusi finansial. Kita jadi bisa mewarisi sesuatu, karena kadang-kadang, benar enggak ya dok, suka kapan kita lewatnya, meskipun punya pikiran kita selalu positif," ucapnya.

Jadi, lanjut perempuan yang sempat dinobatkan sebagai Puteri Indonesia termuda, yakni menjadi Puteri Indonesia di usia 17 tahun tersebut, dukungan finansial dan cara mengatur keuangan sangat penting bagi pengidap autoimun.

“Sangat penting sekali karena secara costly tidak murah. Kita kadang-kadang kasihan sesama komunitas, teman-teman yang tidak mampu, tidak bisa punya solusi, secara khususnya kita sebagai perempuan, permaslahan impertil, ibaratnya butuh solusi, bisa tetap bertahan walupun kita bisa bertahan," katanya.

Qory menceritakan pengalaman pribadinya terkait penyakit autoimun yang ia derita sejak usia 16 tahun. Awalnya, ia sering berolahraga di luar rumah, namun tiba-tiba mengalami sakit kepala hebat, sering pingsan, dan badan terasa mudah kelelahan bahkan sesak napas.

“Saat itu, dokter mendiagnosa saya menderita darah rendah, tetapi hasil laboratorium menunjukkan hasil yang normal,” ungkapnya.

Saat dinobatkan sebagai Puteri Indonesia, Qory mengku kondisi tubuhnya memburuk dengan gejala seperti kulit terasa perih, ngilu sendi dan tulang, otot dan saraf kaku hingga mengalami koma selama 3–4 hari.

“Berat badan pun turun drastis sebanyak 10 kilogram. Setelah beberapa kali salah diagnosis, seperti Thypus, Demam Berdarah, hingga akhirnya salah satu dokter menyatakan saya terkena Systemic Lupus Erythematosus tahap awal atau Early Lupus,” katanya.

Qory juga merasakan bagaimana tiga organ yang masih dalam tahap penyembuhan, bertambah menjadi tujuh organ, dan penyakit autoimun tersebut kembali muncul akibat terpapar Covid-19 pada medio 2021.

Kasus-kasus penderita autoimun terus meningkat belakangan ini sebagaimana didukung oleh data The Lupus Foundation of America yang memperkirakan ada 16 ribu kasus baru penyakit autoimun lupus setiap tahunnya di seluruh dunia. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap penyakit autoimun saat ini masih rendah karena gejalanya yang bervariasi dan menyerupai beragam penyakit lainnya.

Sebagai bagian dari komitmen DBS Treasures yang secara proaktif berkomunikasi dengan nasabah untuk menyampaikan insight serta solusi yang relevan, hadir webinar DBS eTalk Series bertajuk “Autoimmune Won’t Keep You Apart: Living Well with Loved Ones“.

Acara tersebut merupakan bagian dari peluncuran produk perlindungan terbaru MiEarly Critical Protection (MiECP) yang fokus memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis, termasuk yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Hal ini menjadi perwujudan strategi manajemen kekayaan yang mencermati kebutuhan nasabah DBS Treasures sebagai mitra manajemen kekayaan terpercaya.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung, menyampaikan bahwa produk MiECP melengkapi blueprint strategi manajemen kekayaan dari DBS Treasures, mencakup rangkaian produk perlindungan komprehensif yang relevan bagi Nasabah.

Menurutnya, DBS Treasures bermitra dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (“Manulife Indonesia”) meluncurkan MiECP sebagai komitmen bersama untuk melindungi tidak hanya kesehatan nasabah, namun juga kekayaan serta gaya hidup nasabah bersama keluarga, sehingga mereka dapat live more, bank less.

Ia menjelaskan, MiECP hadir sebagai produk asuransi yang menyediakan perlindungan pertanggungan terhadap 65 penyakit kritis yang didiagnosis di tahap awal, dan pertanggungan terhadap hingga 85 penyakit kritis di tahap akhir. Produk ini memiliki fitur unik dan terbaru Power Reset, sehingga nasabah dapat memperbarui uang pertanggungan menjadi 100% setelah klaim pertama di tahap awal penyakit kritis atau setelah klaim perawatan di ICU.

Dengan demikian, katanya, para nasabah akan mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal, serta terbebas dari beban pikiran akan biaya perawatan yang besar karena penyakit kritis, termasuk penyakit autoimun. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan dosen kedokteran, Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI, memaparkan, penyakit autoimun merupakan suatu kondisi sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuh sendiri karena tidak dapat membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri.

“Sistem kekebalan tubuh salah mengira bagian tubuh sendiri, seperti persendian atau kulit, sebagai benda asing dan melepaskan protein yang disebut autoantibodies untuk menyerang sel-sel sehat,” katanya.

Saat ini, ungkap Stevent, ada lebih dari 150 jenis penyakit autoimun yang diketahui, dapat ditandai dengan munculnya gejala-gejala umum, seperti kelelahan, otot pegal, bengkak dan kemerahan, demam ringan, mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki, rambut rontok, serta ruam kulit.

“Penyakit autoimun dapat menyebabkan timbulnya penyakit lainnya, atau bahkan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik dan tepat. Namun pasiennya dapat menjalani hidup dengan baik dan nyaman jika terdiagnosis sejak awal serta mendapatkan perawatan yang tepat secara konsisten,” ucapanya.