Home Pendidikan Seluruh Satuan Pendidikan di Lingkup Kemenag Harus Ramah Difabel

Seluruh Satuan Pendidikan di Lingkup Kemenag Harus Ramah Difabel

89

Yogyakarta, Gatra.com - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan bahwa para penyadang disabilitas telah mampu melampaui segala keterbatasannya, untuk melakukan bermacam aktivitas.

"Kesempurnaan manusia itu adalah ketika dia mampu menutupi kekurangannya dengan ikhtiar maksimal. Di antara kita terdapat para penyandang disabilitas yang telah melakukan banyak aktifitas, melampaui segala keterbatasannya." ujarnya saat menyampaikan sambutan Peringatan Hari Disabilitas Internasional Kemenag Tahun 2021 yang digelar di Gedung Prof. Soenardjo, kompleks kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (3/12).

Ramdhani menyebut Hari Disabilitas mengajarkan tentang bagaimana mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki, dengan cara memanfaatkan yang ada bukan meratapi yang tidak ada.

Ramdhani juga menegaskan pentingnya penghargaan, penghormatan, dan perlakuan adil tanpa diskriminasi kepada para penyandang disabilitas/difabilitas.

"Dalam pespektif saya manusia itu diciptakan sempurna, dengan kelebihan khas yang tidak bisa diseragamkan," ujarnya.

Diketahui, Hari Disabilitas Internasional Kemenag tahun ini mengambil tema "Pendidikan tanpa diskriminasi setara untuk semua", dihadiri istri Menteri Agama RI, Ny. Eny Retno Yaqut, Sekjen Kemenag Nizar Ali, para direktur di lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (pendis), para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan sejumlah tamu undangan.

Saat ini Ditjen Pendis telah melakukan pemetaan dan membangun infrastruktur dengan asistensi pakar disabilitas. Selanjutnya diperlukan komitmen untuk menjaga dan menerapkan fasilitas untuk mendukung pembelajaran ramah difabel.

"Saya berpesan, hal ini jangan sampai hanya menjadi artefak kebijakan, tetapi harus dilaksanakan secara konsisten," ujarnya.

Kemenag pusat telah membuat kebijakan dan mempersiapkan infrastruktur, maka seluruh satuan pendidikan diharapkan dapat mengimplementasikan dan membudayakan nilai-nilai pendidikan Islam yang adjustable dengan kebutuhan khusus.

Selain itu, Kemenag telah mencanangkan semua unsur pendidikan Islam di bawah naungan Ditjen Pendis sebagai unit sekolah ramah disabilitas. Tidak hanya madrasah, tetapi semua unit mulai Raudlatul Athfal hingga perguruan tinggi.

"Saat ini jangan ada lembaga pendidikan Islam yang menolak mendidik anak bangsa berkebutuhan khusus. Justru kita bertanya, sejauh mana kita bisa memberi yang terbaik bagi mereka," katanya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS