Home Internasional Afrika Selatan Dilanda Gelombang Keempat COVID-19 Omicron

Afrika Selatan Dilanda Gelombang Keempat COVID-19 Omicron

Cape Town, Gatra.com - Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan negaranya dilanda gelombang keempat infeksi COVID-19 yang didorong penyebaran varian Omicron, yang telah terdeteksi di tujuh dari sembilan provinsi di negara itu. 

Omicron, yang telah menimbulkan kekhawatiran global akan lonjakan infeksi, pertama kali terdeteksi di Afrika selatan bulan lalu dan telah mendorong pemerintah di seluruh negara memberlakukan pembatasan perjalanan, dan mengambil tindakan lain untuk menekannya.

Phaahla mengatakan kepada media briefing pada Jumat bahwa pihaknya berharap varian itu dapat diatasi tanpa menyebabkan terlalu banyak kematian.

Dia mendesak orang Afrika Selatan untuk mendapatkan vaksinasi penuh. Ia menambahkan bahwa negaranya dapat mengelola gelombang keempat tanpa pembatasan penguncian yang lebih ketat selama Natal.

"Kita masih bisa mengatur ini dengan cara di mana pemerintah tidak perlu memberlakukan pembatasan serius, selama beberapa hari ke depan jika kita semua hanya melakukan tugas dasar kita dari langkah-langkah keselamatan. Jika semakin banyak dari kita yang menjalankan protokol kesehatan. Segera melakukan vaksinasi terdekat," kata Phaahla, dikutip Reuters, Jumat (3/12).

Ilmuwan terkemuka Michelle Groome dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan mengatakan pada briefing bahwa negara itu menghadapi kenaikan penyebaran virus yang belum pernah terjadi sebelumnya hanya dalam waktu singkat karena virus Omicron.

“Infeksi berpindah dari kelompok usia yang lebih muda ke orang yang lebih tua,” katanya.

“Penting untuk melakukan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan khususnya penyediaan tempat tidur pediatrik dan staf karena telah terjadi peningkatan penerimaan di kalangan anak-anak di bawah empat tahun,” katanya.

Omicron telah terdaftar sebagai "varian perhatian" oleh WHO dan para ilmuwan masih mengumpulkan data untuk menentukan seberapa besar menularnya, dan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

194