Home Regional Horor Simpan Mayat Anak Dua Bulan, Keluarga Mendapat Trauma Healing

Horor Simpan Mayat Anak Dua Bulan, Keluarga Mendapat Trauma Healing

Pemalang, Gatra.com- Keluarga SA, bocah di Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang jenazahnya disimpan selama dua bulan mendapatkan trauma healing. Trauma healing dilakukan oleh kepolisian yang mendatangi rumah keluarga SA, Rabu (12/1)

Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo mengatakan, trauma healing dilakukan untuk memberikan perhatian kepada keluarga SA dan membantu proses penyembuhan trauma akibat kehilangan orang yang dicintai.

"Harapannya, kegiatan ini dapat membantu keluarga SA untuk kembali hidup normal setelah kejadian yang membuat trauma," kata Ari, Rabu (12/1).

Ari mengungkapkan, trauma healing dilakukan oleh tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokes) Polda Jawa Tengah bersama Dokes Polres Pemalang dan Puskesmas Banyumudal, Moga. "Tim Bid Dokes Polda Jateng dipimpin oleh dr Endang. Mereka didampingi oleh Forkopimca Moga dan pemerintah desa setempat," ujarnya.

Menurut Ari, keluarga SA sebelumnya telah menerima meninggalnya SA sebagai musibah dan bersedia untuk memakamkannya, Minggu (9/1) malam. "Alhamdulillah pihak keluarga sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah," ucapnya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, dari laporan tim yang melakukan trauma healing, keluarga SA cukup senang menerima kedatangan tim dan perkembangannya akan tetap terus dalam pantauan. "Insya Allah recovery psikologis keluarga cukup bagus," ujarnya.

Seperti diberitakan, warga Kabupaten Pemalang, dihebohkan dengan adanya mayat bocah di Desa Plakaran, Kecamatan Moga yang disimpan orang tuanya setelah lebih dari dua bulan meninggal. Orang tua gadis SA, 14 tahun, melakukan hal itu karena yakin SA bisa dihidupkan lagi dengan ritual.

Kondisi SA dan jenazahnya yang disimpan di dalam rumah baru terungkap pada Minggu (9/1) dan dilaporkan warga ke polisi.

"Kami awalnya mendapat laporan dari warga bahwa adanya seorang anak yang sudah meninggal, namun tak segera dimakamkan pada hari Minggu (9/1). Kami kemudian langsung mendatangi rumahnya bersama tokoh agama dan masyarakat," kata Kapolsek Moga Dibyo Suryanto saat dihubungi, Rabu (12/1).

Dibyo mengatakan, pihaknya bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat melakukan upaya persuasif kepada orang tua SA. Setelah cukup lama diberikan pemahaman, orang tua SA akhirnya mengizinkan anaknya diperiksa petugas puskesmas.

"Hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Banyumudal Moga, SA dipastikan sudah meninggal dunia dan menderita penyakit TBC. Dia punya riwayat sakit TBC dan sudah pernah berobat ke puskesmas," ujarnya.

1096