Home Ekonomi Unik, OP Minyak Goreng Rasa Pemilu di Cilacap

Unik, OP Minyak Goreng Rasa Pemilu di Cilacap

Cilacap, Gatra.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap menerapkan cara unik untuk mencegah pembelian minyak berulang atau dobel dalam operasi pasar minyak goreng satu harga di kabupaten pesisir selatan Jawa Tengah ini.

Pelaksana kegiatan menyiapkan tinta untuk menandai pembeli minyak goreng yang dijual dengan harga sesuai HET pemerintah, selayaknya Pemilu. Dengan demikian, saat seseorang sudah membeli, dipastikan ia tak lagi bisa mengantre agar minyak goreng bisa terdistribusi merata.

“Teman-teman jarinya ditandai. Siapa yang sudah membeli minyak nanti akan ditandai jarinya sehingga tidak ada dobel-dobelan,” kata Umar Said, Kepala DPKUKM Kabupaten Cilacap.

Umar menjelaskan pihaknya menandai jari pembeli minyak goreng dengan agar tidak ada warga yang bisa membeli minyak goreng satu harga berkali-kali. Tiap orang juga dibatasi pembeliannya hanya dua liter.

“Operasi minyak goreng, akan membantu distribusi, sekaligus juga dalam rangka membantu masyarakat yang saat ini sedang mengalami kelangkaan minyak goreng,” jelasnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan Perum Bulog dan pihak swasta menggelar serangkaian operasi pasar (OP) minyak goreng untuk menjaga stok dan stabilitas harga. Total sebanyak 10.800 liter minyak goreng digelontorkan hingga 2 Maret mendatang.

Minyak goreng satu harga itu didistribusikan di lima titik secara bertahap, yakni halaman kantor DPKUKM Cilacap, Kecamatan Kroya, Kawunganten, Sidareja dan dan Kecamatan Majenang.

Masyarakat dapat membeli minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp13.500 dan kemasan premium Rp14.000 dengan maksimal pembelian 2 liter.

Umar Said menjelaskan, untuk mencegah pembelian dobel atau berulang, pihaknya menandai jari pembeli minyak goreng dengan tinta celup. Dengan begitu, tidak ada warga yang bisa membeli minyak goreng satu harga berkali-kali.

Umar menambahkan, untuk menjaga stok dan stabilitas harga jelang Ramadan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Perdagangan, produsen, dan distributor untuk memangkas alur distribusi agar lebih cepat sampai ke tangan masyarakat.

“Jika memang pada saatnya sudah ada stok hatus segera disalurkan ke Kabupaten Cilacap,” ujarnya.

1108