Home Olahraga Jose Mourinho Ukir Catatan Apik, AS Roma hingga Italia Ketiban Berkah

Jose Mourinho Ukir Catatan Apik, AS Roma hingga Italia Ketiban Berkah

Roma, Gatra.com – AS Roma berhasil menjadi juara UEFA Conference League, musim ini. Pasukan Jose Mourinho ini meraih trofi usai menundukkan Feyenoord di babak final.

Trofi ini menjadi sejarah bagi AS Roma, rekor bagi Jose Mourinho, serta penghapus dahaga bagi tim-tim Italia di kompetisi Eropa. Aktornya, lagi-lagi Jose Mourinho.

Baca Juga:

Xabi Alonso Galau, Sebut Real Madrid dan Liverpool Sama-sama “Monster Mentalitas”

Dalam babak final di Tirana, Albania, Kamis (26/5), AS Roma menang dengan skor 1-0. Satu-satunya gol dalam pertandingan itu diciptakan oleh Nicolo Zaniolo. Gelar ini menjadi penghapus dahaga bagi AS Roma maupun Italia. Klub asal ibu kota Italia ini belum pernah meraih trofi di level kompetisi Eropa.

Selain itu, Roma juga paceklik gelar cukup lama. Terakhir, mereka merengkuh trofi domestik pada 2007/09. Saat itu, AS Roma menjadi juara Coppa Italia.

Bagi Italia, ini juga menjadi penghapus dahaga. Sebab, tim terakhir Italia yang berhasil menjadi juara di kompetisi Eropa, terjadi pada tahun 2020. Saat itu, Inter Milan menjadi juara Liga Champions. Uniknya, saat itu Inter diarsiteki oleh Jose Mourinho.

Baca Juga:

Banyak Pemain Berpengalaman, Carlo Ancelotti Tak Perlu Banyak “Pidato”

Bagi Mourinho pribadi, ini menjadi gelar kelimanya di kompetisi Eropa. Dia menjadi pelatih pertama yang meraih gelar di Eropa dengan empat klub berbeda.

Sebelumnya, pria asal Portugal ini berhasil mengantarkan Porto menjadi juara Liga Champions pada 2004 dan Piala UEFA di tahun 2003. Pada tahun 2010 mengantarkan Inter Milan menjadi juara Liga Champions. Selanjutnya pada tahun 2017 berhasil membawa Manchester United menjadi juara Europa League.

Baca Juga:

Liverpool versus Real Madrid, Klopp Klaim Lebih Berpengalaman di Final

Mourinho mengapresiasi pekerjaan hebat yang dilakukan oleh para pemain sejak kedatangannya ke Roma. 11 bulan lalu. Menurutnya ini adalah buah dari kerja keras yang layak didapatkan oleh anak asuhnya.

"Saya menyadari saat saya tiba apa artinya, mereka menunggu ini. Seperti yang saya katakan kepada para pemain di ruang ganti di Turin, kami melakukan apa yang perlu kami lakukan, lolos ke Liga Europa. Kami memiliki pekerjaan hebat sepanjang musim,” tandasnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS