Home Regional Jembatan Juwana Molor Dibongkar, Jalur Alternatif Belum Rampung, Truk Tonase Tak Boleh Melintas

Jembatan Juwana Molor Dibongkar, Jalur Alternatif Belum Rampung, Truk Tonase Tak Boleh Melintas

Pati, Gatra.com – Masih belum kelarnya jalur alternatif Pati-Rembang sesuai kesepakatan, malah memperlebar permasalahannya. Imbasnya Jembatan Juwana yang terletak di Jalur Pantura yang dijadwalkan dibongkar 4 Juni lalu, urung dibongkar.

Pembongkaran Jembatan Juwana merupakan bagian dari proyek penggantian dan/atau penduplikasian 37 jembatan CH se-Pulau Jawa oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Terlebih pada bulan Mei lalu tepatnya pada tanggal 22, sebanyak 10 bangunan liar di bawah jembatan terbakar hebat, yang membuat kondisi jembatan tidak layak dilintasi kendaraan tonase. Sehingga pertimbangan untuk segera merekontruksi jembatan baru semakin urgen.

Bupati Pati, Haryanto mengaku, belum mengizinkan kontraktor pihak rekanan untuk membongkar Jembatan Juwana. Mengingat, jalur alternatif yang menghubungkan kedua kabupaten belum juga diselesaikan.

“Janjiannya dengan saya, kalau lintas alternatif selesai, baru jembatan dibongkar. Kalau belum, saya belum membolehkan. Perjanjiannya kan, antara lampu lalu-lintas di depan Alun-alun Juwana masuk ke jembatan yang selatan mau diaspal ulang, tapi sampai sekarang belum,” katanya, Senin (20/6).

Selain itu, trotoar di jembatan bagian selatan yang akan jadi jalur alternatif ke arah timur juga belum tuntas dirampungkan. Trotoar di tepian jembatan memang dipapras sedemikian rupa, agar jalan di jembatan lama tersebut semakin lebar.

“Itu kan beton, jadi agak lama. Tapi kalau lintasan depan Pos PJR sampai jembatan selatan atau Jalan Lingkar Juwana, Insyaa Allah tidak perlu waktu terlalu lama,” imbuhnya.

Begitupun, jalan alternatif depan SMK Diponegoro juga belum disiapkan. Sehingga Bupati meminta rekanan untuk segera menyelesaikan jalur-jalur tersebut. Hal ini semata untuk menghindari kemacetan yang semakin parah di Pantura Timur.

“Kemarin telepon saya, mereka kesulitan mencukupi jembatan alternatif, jembatan gantung. Oke kalau kesulitan, alternatif kedua adalah memperbaiki lintasan alternatif,” terangnya.

Harusnya, pihak rekanan cepat merampungkan jalur alternatif yang menjadi bagian dari kesepakatan. Terlebih, pemerintah daerah telah memperbaiki jalan kabupaten yang digunakan sebagai jalur alternatif menuju Kabupaten Rembang. Hanya saja jalan ini, hanya boleh dilalui kendaraan pribadi dan tidak diperuntukkan untuk kendaraan tonase.

“Jalan Jaken-Jakenan, Kuniran-Karangrejo, Glonggong, sudah mulai kami bangun. Nanti bisa rusak lagi,” tuturnya.

Berdasarkan pengamatan di Jalur Pantura Juwana – Batangan, kemacetan terlihat cukup panjang, Selasa (21/6) kemarin. Karena kendaraan tonase harus melewati Jembatan Selatan secara contra flow. Sementara Jembatan Juwana hanya boleh dilalui sepeda motor karena rentan.

2234