Home Pendidikan Lewat Bambu dan Gotong Royong, Begini ISI Yogyakarta Ajarkan Konsep Seni ke Mahasiswa Baru

Lewat Bambu dan Gotong Royong, Begini ISI Yogyakarta Ajarkan Konsep Seni ke Mahasiswa Baru

Bantul, Gatra.com – Momentum Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara tatap muka dimanfaatkan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (FSR ISI) Yogyakarta untuk mengenalkan konsep dasar dunia seni.

Mahasiswa baru juga diajak bersama-sama membangun ruang pamer berkonsep rumah joglo yang dinamakan ‘Istana Seni Rupa’, Jumat (26/8). Bangunan ini akan menjadi ruang pamer berbagai karya seni skala nasional dan internasional.

“Pembangunan rumah joglo dengan material bambu ini untuk memperkenalkan bangunan tradisional di kalangan mahasiswa baru dari berbagai provinsi. Ada nilai-nilai yang kami ditanamkan yaitu gotong royong, kebersamaan, toleransi, dan kekompakan,” kata Pembantu Dekan 3 FSR ISI Yogyakarta, Lutse Lambert Daniel Morin.

Menurutnya, konsep ini merupakan hasil kolaborasi para alumni untuk mengenalkan model dan proses pembelajaran yang efisien serta bermanfaat di jurusan seni rupa.

“Prosesnya secara garis besar memang mengajarkan tentang gotong royong kepada mahasiswa generasi milenial. Ini adalah bentuk kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya itu, mahasiswa baru juga diajak berkenalan dengan dasar-dasar studi interior, kriya, dan seni rupa murni. Mereka dikenalkan soal tata kelola seni dan manajemen dalam penyusunan suatu karya.

“Kita memilih bambu sebagai material utama untuk mengajarkan kepada mereka tentang pemanfaatan bahan-bahan lokal sebagai keunikan dalam karya. Keunikan adalah pijakan utama dalam berkarya,” lanjutnya.

Melalui program ini, Lutse berharap konsep gotong royong dan kebersamaan menjadi patokan bagi mahasiswa saat mendirikan dunia usaha selepas lulus dengan mengajak orang-orang di lingkungannya untuk bergerak bersama.

Tahun ini FSR ISI Yogyakarta menerima 517 mahasiswa baru. Mereka terbagi dalam sejumlah prodi, seperti Seni Murni 121 mahasiswa, Desain Interior 85 mahasiswa, Kriya 89 mahasiswa, Tata Kelola Seni 50 mahasiswa, D4 Desain Mode Kriya Batik 45 mahasiswa, Desain Komunikasi Visual 87 mahasiswa, dan Desain Produk 40 mahasiswa.