Home Olahraga Liga Champions: Antony Hengkang, Erik ten Hag Cabut, Ajax Amsterdam Tetap Berbahaya

Liga Champions: Antony Hengkang, Erik ten Hag Cabut, Ajax Amsterdam Tetap Berbahaya

Amsterdam, Gatra.com – Ajax Amsterdam tetap menjadi tim yang patut diwaspadai di Liga Champions. Meski kehilangan sejumlah pemain, klub asal Belanda ini mampu tampil meyakinkan.

Ajax baru saja melumat Glasgow Rangers dengan skor 4-0 dalam laga pertama fase Grup A Liga Champions. Kemenangan ini membuat Ajax langsung memimpin klasemen sementara, unggul dari Napoli, Liverpool, dan Rangers.

Baca Juga:

Aryna Sabalenka Tembus 4 Besar, Tantang Peringkat Pertama

Musim ini, Ajax kehilangan sejumlah pilar utamanya karena digaet klub-klub lain dengan harga yang mahal. Mulai dari Antony dan Lisandro Martinez yang berlabuh di Manchester United, termasuk sang pelatih Erik ten Hag.

Lalu ada Sebastian Haller ke Dortmund, Ryan Graverberch dan Noussair Mazraoui ke Bayern Munchen. Kiper Andre Onana juga memilih bergabung bersama Inter Milan. Adapun Nicolas Tagliafico hijrah ke Lyon, Prancis.

Ajax hanya mendatangkan para pemain muda seperti Steven Bergwijn dari Tottenham Hotspur. Bergwijn masih berusia 24 tahun. Lalu Calvin Bassey berusia 22 tahun dari Rangers. Termasuk Brian Brobbey, 20 tahun dari RB Leipzig. Namun melawan Rangers, para pemain lama dan baru langsung tampil kompak.

Edson Alvarez membuka keunggulan bagi Ajax di menit ke-17. Steven Berghuis lalu menggandakan keunggulan di menit ke-32. Gol dari Mohammed Kudus di menit ke-33 membuat Ajax menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.

Baca Juga:

Dana Transfer di Liga Inggris Tembus Rp33 Triliun, Tertinggi di Eropa

Di babak kedua, Ajax masih menambah 1 gol lewat Steven Bergwijn pada menit ke-80. Ajax pun menang dengan skor 4 gol tanpa balas.

Manajer Rangers, Giovanni van Bronckhorst angkat bicara mengenai penampilan Ajax. Dia mengaku timnya memberi lebih sedikit ruang di babak kedua karena bermain sedikit lebih bertahan.

“Kami seharusnya lebih banyak bertahan di zona kami di babak pertama. Kami tidak melakukannya dengan baik dan, seperti yang saya katakan, setiap kesalahan dihukum,” tandasnya.