Home Nasional Twitter Blokir Bjorka, Pakar Cyber: Harus Segera Diketahui Siapa Sesungguhnya

Twitter Blokir Bjorka, Pakar Cyber: Harus Segera Diketahui Siapa Sesungguhnya

Jakarta, Gatra.com - Akun twitter terbaru milik hacker Bjorka @bjorxanism   kembali ditangguhkan pihak twitter. Padahal berdasarkan informasi di jaringan telegram, Bjorka baru membagikan akun twitter terbarunya pada siang ini Senin (12/9), dan dilanjutkan dengan membagikan data pribadi milik Menteri Dalam Negeri (mendagri) Tito Karnavian, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur DKI, Anies Baswedan.

"Yeay my twitter account has been suspended again. I will take a rest now, see you again and love you all (yeay akun twitter saya telah ditangguhkan kembali. Saya akan istirahat sekarang. Sampai jumpa lagi dan sayang kalian semua)," tulis Bjorka dalam jaringan Telegram miliknya yang telah diikuti lebih dari 63 ribu akun.

Baca Juga: Ngeri! 105 Juta Data Pemilih Indonesia Bocor, Diperjualbelikan oleh Bjorka

Kendati, Bjorka mengatakan masa istirahatnya tak akan lama dan dia meyakinkan pengikutnya agar tidak perlu khawatir.

"Don't worry it won't be too long (jangan khawatir, ini tidak akan lama)," kata Bjorka di Telegram.

Pakar Cyber, Pratama Persada mengatakan perbuatan hacker Bjorka meretas data di instansi pemerintahan dan mengunggahnya ke situs telah melanggar Undang-Undang ITE dan Undang-Undang Kependudukan.

"UU ITE di pasal 30 soal mengakses sistem secara ilegal dan UU Kependudukan soal menyebarkan NIK KK secara ilegal pula," kata Pratama melalui pesan tertulis kepada Gatra.com, Senin (12/9).

Kendati, sebelum menetapkan tindakan pidana Bjorka, Pratama menekankan yang terpenting adalah mengetahui terlebih dahulu siapa sosok Bjorka itu sendiri.

Baca Juga: Sepanjang Januari-September 2021, Ada 2.207 Laporan Polisi terkait UU ITE

Pratama melanjutkan, secara teknis perlu dipastikan juga apakah data yang bocor dan dibagikan Bjorka benar-benar didapat olehnya melalui peretasan atau sebaliknya, data didapat dari orang dalam instansi pemerintahan itu sendiri.

"Jadi dari sisi teknis harus diketahui," tuturnya.

Karena itu, dalam kasus hacker Bjorka, Pratama mengingatkan bahwa dibutuhkan digital forensic (forensik elektronik) untuk mengetahui secara cermat kebocoran data yang terjadi melibatkan peretasan atau bukan.

"Bila tidak ditemukan jejak dan lubang keamanan, bisa jadi kemungkinan ada insider threat attack alias kebocoran data akibat orang dalam," tandas Pratama.

Diketahui, sebelumnya akun twitter pertama milik Bjorka yang bernama @bjorkanism telah ditangguhkan oleh twitter pada Ahad sore lalu (11/9). Pada saat itu, Bjorka bahwa mengklaim telah berhasil meretas dan menemukan data pembunuh di balik kasus kematian Munir. 

Baca Juga: Serangan Hacker Bjorka Tak Terhenti, Nekat Mengunggah Data Pribadi Menkominfo

Ia menyebut nama Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi Purwoprandjono sebagai orang dibalik pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib. Selain itu, dia juga mengklaim telah meretas data rahasia Badan Intelijen Negara (BIN).

139