Home Ekonomi Pos Kebut Penyaluran BLT BBM di Daerah 3T

Pos Kebut Penyaluran BLT BBM di Daerah 3T

Jakarta, Gatra.com – Plt Direktur Bisnis, Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Tonggo Marbun, menyampaikan, pihaknya mengebut penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada penerima di daerah tertinggal, terdepan, dan terpencil (3T).

Tonggo dalam keterangan pers diterima pada Kamis (22/9), mengatakan, pihaknya ditarget oleh pemerintah untuk menyalurkan BLT BBM selama dua pekan di seluruh Indonesia. Hingga Rabu pagi (21/9/2022), BLT BBM telah disalurkan kepada 18.287.755 keluarga penerima manfaat (KPM) dari total 20,21 juta KPM.

“Alhamdulillah belum mencapai dua pekan, penyaluran telah mencapai 78,44% dari total 20,65 juta KPM. Penyaluran ini menuai apresiasi karena sistemnya baik, langsung dirasakan oleh masyarakat, dan membantu meningkatkan daya beli,” ujarnya.

Sedangkan untuk mengejar sisa target penyaluran, lanjut Tonggo, pihaknya tengah fokus untuk menyalurkan kepada KPM di daerah 3T. Ini tentunya bukan hal mudah karena petugas juru bayar Pos menghadapi medan topografi dalam konteks geografis dan tentu faktor alam yang bisa mengancam keselamatan.

Baca Juga: Kemensos Sebut Tiga Kebijakan Pengalihan Subsidi BBM

“Kami sudah mulai penyaluran di daerah 3T. Penyaluran di sana bergantung pada cuaca, juga ada yang menggunakan dua moda transportasi darat dan air (sungai/laut). Begitu ada perubahan cuaca, mereka mengubah jadwal, berkoordinasi dengan pemda setempat,” ujarnya.

Dalam menyalurkan BLT BBM di daerah 3T, Pos Indonesia menerjunkan tim khusus (timsus). Pasalnya, harus berhadapan dengan medan yang berat dan menantang, petugas juru bayar tentu mengalami suka dan duka.

“Kami menggunakan tim khusus karena berkaitan dengan daya tahan. Ada tim yang kehabisan bekal, mereka menahan lapar dan dahaga dalam waktu cukup lama,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa kerja keras seluruh pegawai Pos sangat luar biasa dalam mengantarkan BLT subsidi BBM kepada PKM, khususnya di daerah 3T. “Syukur teman-teman bersemangat karena begitu melihat wajah penuh syukur, KPM yang menerima bantuan, mereka ikut senang,” ujar Tonggo.

Salah satu daerah 3T yang cukup menantang, yaitu wilayah Papua. Lantaran kondisi topografi yang terdiri atas lereng, lembah, daratan, dan gunung, penyaluran BLT BBM di Papua memerlukan penanganan tersendiri.

“Telah dilakukan mapping atau identifikasi data lokasi tempat tinggal KPM, kemudian mengumpulkan KPM di titik dekat lokasi,” ujarnya.

Hal itu efektif di penyaluran 2-3 hari lalu. Anto sempat menyelesaikan penyaluran untuk 2,9 juta KPM dalam sehari. ”Hal itu sangat positif di progress kita. Sekarang sisa yang 21%. Beberapa kabupaten di Papua, Papua Barat, dan provinsi yang masuk kategori 3T, penyaluran tidak bisa dilakukan di kantor pos maupun komunitas,” katanya.

Tonggo menegaskan, Pos Indonesia memegang teguh komitmen menyalurkan BLT BBM tepat waktu dan tepat sasaran. “Kami memastikan penyaluran secepatnya agar KPM bisa segera menerima manfaatnya dan meningkatkan daya beli,” ujarnya.

Pos Indonesia juga terus mengedukasi para penerima BLT BBM bahwa uang yang diberikan tanpa potongan sepeser pun, termasuk menginformasikan BLT BBM tidak diperuntukkan membeli rokok, minuman keras, maupun pulsa.

“Dalam setiap penyaluran kami membuat spanduk bertuliskan 'Penyaluran BLT BBM tidak ada potongan dan tidak ada kewajiban membeli di sana.' Kami sosialisasikan kepada KPM bahwa bantuan yang diberikan ini adalah untuk membantu kehidupan, serta larangan penggunaan untuk membeli rokok, minuman keras, pulsa,” katanya.

Selain itu, Pos Indonesia juga membantu saat penyaluran di kantor pos dan titik komunitas. “Kami melibatkan aparat setempat untuk memastikan tidak ada oknum yang berjualan di lokasi penyaluran dan mengarahkan KPM membeli sembako di situ,” katanya.

Sriani, salah satu penerima BLT BBM, bersyukur dengan adanya bantuan dari pemerintah di tengah kenaikan harga BBM. Warga Desa Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Pasuruan, Jawa Timur, ini hanya bisa berbaring di tempat tidur akibat sakit yang dideritanya.

Baca Juga: Mulai Pekan Ini Pemerintah Cairkan Bansos Rp24,17 Triliun untuk Pengalihan Subsidi BBM

Wanita 85 tahun itu hidup sebatang kara setelah sang suami meninggal 10 tahun silam. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dia mengandalkan bantuan dan pemberian tetangga.

Pos Indonesia hadir untuk mengantarkan langsung BLT BBM dan bansos sembako sejumlah Rp500 ribu ke rumah wanita yang akrab di sapa Mbah Sri tersebut. Tampak raut bahagia dan terharu terpancar dari wajahnya.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih diberikan bantuan oleh Presiden Jokowi, Kemensos, PT Pos Indonesia, dalam bentuk bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ungkap Mbah Sri.

Tak hanya Mbah Sri yang bahagia menerima bantuan, para petugas yang menyalurkan bantuan pun turut senang. “Kami mendatangi setiap pintu rumah ke pintu rumah lainnya untuk menyalurkan BLT BBM dan sembako kepada KPM. Walaupun dengan cuaca terik dan hujan, niat dan tekad kami tak akan pernah surut untuk menebar kebaikan,” kata salah seorang petugas dari KCU Pos Indonesia.