Home Internasional Prosesi Penghormatan Terakhir Kenegaraan Jepang untuk Shinzo Abe

Prosesi Penghormatan Terakhir Kenegaraan Jepang untuk Shinzo Abe

Tokyo, Gatra.com - Dengan bunga, doa dan penghormatan terakhir, Jepang melepas kepergian mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang terbunuh pada hari Selasa, dalam prosesi pemakaman kenegaraan pertama untuk mantan perdana menteri berusia 55 tahun, pada hari, Selasa (27/9).

Dilansir dari Reuters, upacara dimulai pukul 16:00 waktu setempat. Abu Abe dibawa ke Aula Nippon Budokan di pusat Tokyo oleh istrinya, Akie, diiringi musik dari band militer dan dentuman penghormatan penjaga kehormatan, bergema di dalam aula.

Ribuan pelayat memenuhi tempat-tempat yang ditentukan, sejak dini hari untuk memberikan penghormatan terakhir mereka.

Baca Juga: Ucapan Duka Para Pemimpin Dunia Atas Terbunuhnya Shinzo Abe

Selang beberapa jam, terdapat sekitar 10.000 orang telah meletakkan bunga, acara televisi. Pengunjung lebih banyak lagi yang menunggu dalam antrean panjang selama tiga jam.

“Saya tahu ini ada banyak orang yang menentang ini, tetapi ada begitu banyak juga orang yang mengantre membawa karangan bunga," kata Yoshiko Kojima, ibu rumah tangga Tokyo berusia 63 tahun.

“Saya merasa bahwa sekarang pemakaman benar-benar berlangsung, banyak orang keluar untuk berdoa untuknya," tambahnya.

Abe dibunuh pada rapat umum dalam kampanye 8 Juli lalu, yang memicu hubungan antara anggota parlemen di Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa --yang pernah dia jalankan dan Gereja Unifikasi, oleh para kritikus yang disebut aliran sesat. Kejadian itu memicu reaksi terhadap perdana menteri saat ini, Fumio Kishida.

Baca Juga: Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Dilaporkan Meninggal Dunia

Dukungan yang menurun ke titik terendah dan menjadi kontroversi, Kishida telah meminta maaf dan bersumpah untuk memutuskan hubungan partai dengan gereja.

Namun, penentangan untuk menghormati Abe dengan pemakaman kenegaraan --peristiwa pertama sejak 1967-- terus berlanjut, dibiayai dengan harga 11,5 juta dolar Amerika (sekitar Rp174,5 miliar), harus ditanggung negara di tengah kesulitan ekonomi bagi warga biasa.

Di salah satu bagian pusat kota Tokyo, pengunjuk rasa melambaikan tanda dan meneriakkan, "Tidak ada pemakaman kenegaraan," dengan suara gitar.

Di dalam Budokan, yang lebih dikenal sebagai tempat konser, sebuah potret besar Abe terbungkus pita hitam, tergantung di atas deretan bunga hijau, putih dan kuning.

Di dekatnya, tampak dinding foto menunjukkan Abe berjalan-jalan dengan para pemimpin G7, berpegangan tangan dengan anak-anak dan mengunjungi daerah bencana.

Siasana hening sejenak diikuti retrospeksi kehidupan politik Abe dan pidato oleh tokoh-tokoh partai yang berkuasa, termasuk Kishida dan Yoshihide Suga, penerus Abe dan pendahulu Kishida sebagai perdana menteri.

Baca Juga: Momen Wapres Sampaikan Duka Cita kepada PM Jepang dan Istri Mendiang PM Shinzo Abe

Suga mencatat bahwa banyak orang berusia 20-an dan 30-an telah muncul menawarkan bunga.

“Kamu selalu bilang ingin membuat Jepang lebih baik, bahwa kamu ingin anak muda memiliki harapan dan kebanggaan," kata Suga dengan suara bergetar.

Istri Abe, Akie, mengenakan kimono hitam, menyeka air mata saat Suga berbicara.

Upacara berakhir setelah pelayat meletakkan bunga terakhir di atas panggung, setelah itu Kishida dan Akie Abe membawa abunya keluar dari aula.