Home Internasional Tiga Warga Palestina Tewas Tertembak Tentara Israel di Tepi Barat

Tiga Warga Palestina Tewas Tertembak Tentara Israel di Tepi Barat

Ramallah, Gatra.com - Tiga warga Palestina tewas oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa (29/11). Kementerian kesehatan Palestina mengatakan kejadian terbaru itu akibat peningkatan kekerasan di wilayah pendudukan.

“Dua bersaudara tewas akibat tembakan Israel di Kafr Ein, dekat Ramallah, sementara orang ketiga juga tewas karena luka tembak di kepala yang ditembakkan pasukan Israel di Beit Ummar, dekat kota titik nyala Hebron,” kata kementerian itu, dikutip AFP, Selasa (29/11).

Mengomentari bentrokan Beit Ummar, tentara Israel mengatakan telah menembaki "perusuh" yang "melemparkan batu dan alat peledak rakitan ke tentara", setelah dua kendaraan mereka macet selama "patroli operasi" di daerah tersebut.

Baca Juga: Tiga Warga Palestina Tewas dalam Operasi Tentara Israel di Tepi Barat

Kementerian Palestina mengatakan seorang pria yang tidak diidentifikasi telah meninggal setelah ditembak di bagian kepala.

Mereka menyebut korban tewas di Kafr Ein sebagai saudara Jawad Abdulrahman Rimawi, 22 tahun dan Dhafer Abdul Rahman Rimawi, 21 tahun.

Tidak ada komentar segera dari tentara Israel.

Menteri Urusan Sipil Otoritas Palestina Hussein Al Sheikh menggambarkan pembunuhan dua bersaudara itu sebagai "eksekusi dengan darah dingin".

Hamas mengatakan "eskalasi" Israel akan dihadapi dengan meningkatnya perlawanan dari Palestina.

Baca Juga: Remaja Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

Kekerasan telah berkobar tahun ini di Tepi Barat, di mana tentara Israel telah melancarkan serangan hampir setiap hari di seluruh wilayah tersebut.

Dilaporkan, tentara mengumumkan telah melakukan lebih dari 3.000 penangkapan tahun ini sebagai bagian dari Operasi Break the Wave, sebuah kampanye yang diluncurkan setelah serangkaian serangan mematikan terhadap warga sipil Israel.

PBB mengatakan lebih dari 125 warga Palestina tewas di Tepi Barat tahun ini. Israel telah menduduki wilayah itu sejak Perang Enam Hari tahun 1967.

54