Home Hukum Polres Rote Ndao Amankan 6 Imigran India Gagal Masuk ke Australia

Polres Rote Ndao Amankan 6 Imigran India Gagal Masuk ke Australia

Rote Ndao, Gatra.com – Enam imigran gelap asal India diamankan aparat Polairud Polres Rote Ndao, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/1), Mereka adalah Gurjot Singh, Satnam Singh, Karamjit Singh, Aman Singh, Satinder Pal Singh, dan Harshadkumar Natvarlal.

Selain itu, petugas juga mengamankan 4 orang anak buah Kapal (ABK) WNI asal Sulawesi dan Saumlaki, Maluku, di Pantai Masedae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao. Keempat ABK itu adalah Daeng Lewa, Gasali, Daeng Sijaya (Sulawesi) dan Maks (Saumlaki, Maluku).

Baca Juga: Polres Rote Ndao Amankan 13 Imigran Gelap Irak Tujuan Australia

Mereka diamankan di Rote Ndao, NTT, setelah gagal memasuki Australia melalui jalur laut karena ditangkap aparat keamanan di sana.

Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita, melalui Kasubag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nur Cahyo, dalam konferensi pers membenarkan soal penangkapan keenam imigran gelap asal India dan 4 orang ABK WNI tersebut.

“Kami amankan enam imigran gelap asal India yang terdampar di Pantai Masedae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan. Semula mereka mau ke Australia dan ditangkap pihak Custom Australia, tepatnya di Pulau Ahsmore [Pulau Pasir]. Akhirnya mereka kembali ke wilayah perairan Indonesia dan terdampar di Pantai Masedae,” kata Anam Nur Cahyo.

Sesuai informasi, lanjut Anam, pada tanggal 13 Januari 2023, tiga orang ABK asal Sulawesi berangkat dari Makassar, Sulsel, menggunakan kapal penumpang ke Saumlaki.

“Tanggal 14 Januari 2023, ke tiga ABK bertemu dengan Max, ABK kapal kayu dengan nama Ijil di Saumlaki. Ketiga ABK tersebut kemudian bergabung ke kapal Ijil yang memuat para imigran menuju Australia,” ujar Anam.

Sesampainya di Ahsmore (Pulau Pasir), lanjut  Anam, para ABK asal Sulawesi dan para imigran India itu ditangkap oleh pihak Custom Australia. Mereka diamankan selama 4 hari di atas Kapal Australia bernama Albani.

“Tanggal 19 Januari 2023, sekira pukul 04.00 Wita, pemerintah Australia memberikan kapal baru kepada para imigran bernama Henni dan memerintahkan untuk kembali ke perairan wilayah Indonesia," katanya.

Baca Juga: Warga Geram Imigran Demo Mengibarkan Bendera Asing di Batam

Mereka akhirnya terdampar di Pantai Masedae. Saat ini, mereka sudah dimankan di Mapolrtes Rote Ndao. "Kami masih lakukan koordinasi dengan pihak imigrasi untuk penenganan mereka lebih lanjut,” ujarnya.

Adapun sejumlah barang bukti yang terdapat di atas kapal, yakni 6 buah pelampung, 4 buah aki, tali janagkar, perangkat mesin 4 silinder, 1 buah GPS, 2 buah panel surya, 2 tangki minyak, 1 buah stir, selang minyak, 2 buah tangki pemadam kebakaran ,dan lampu penerangan.

183