Home Regional Gardu Penyintas, Showroom UMKM Khusus Produk Penyandang Disabilitas Pertama di Purworejo

Gardu Penyintas, Showroom UMKM Khusus Produk Penyandang Disabilitas Pertama di Purworejo

Purworejo, Gatra.com-Penyandag disabilitas selama ini masih diberi label dan didiskriminasi sebagai kaum yang hanya perlu dibantu tanpa dilibatkan dalam mengambil keputusan. Anggapan yang menyebut penyandang disabilitas hanya menjadi beban keluarga, harus dibuang jauh-jauh.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Yuli Hastuti saat meluncurkan Program Inovasi Kecamatan Banyuurip “GARDU PENYINTAS” (Gerai Produk Penyandang Disabilitas), Kamis (26/10). Launching Gardu Penyintas ini bertepatan pula dengan HUT DPO Tunas Mandiri Kecamatan Banyuurip.

"Potensi yang dimiliki penyandang disabilitas terkadang melebihi kapasitas dan kemampuan orang yang sempurna secara fisik dan mental. Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya launching Gardu Penyintas yang diprakarsai oleh Camat Banyuurip, Siswanto. Semoga bermanfaat," kata Yuli.

Wabup Yuli berharap agar show room UMKM khusus penyandang disabilitas ini bisa dicontoh oleh kecamatan lain. Untuk membantu penyandang disabilitas, pemerintah desa bisa menganggarkannya menggunakan dana desa (DD). "Di Kecamatan Banyuurip ini sudah ada 4 desa yang menganggarkan untuk program Desa Inklusi, yaitu Desa Malangrejo, Candi Ngasinan, Seboro Krapyak dan Tegal Kuning," jelas Yuli.

Camat Banyuurip, Siswanto selaku inisiator menjelaskan bahwa, Gardu Penyintas ini merupakan bagian dari rencana aksi Diklat Kepemimpinan Administrator yang diikutinya. "Selama ini kami juga membina hubungan baik dengan penyandang disabilitas. Untuk show room Gardu Penyintas ini memang khusus untuk produk yang dibuat oleh difabel. Kelak juga kan ada Warung UMKM, nantinya untuk memajang baik produk penyandang disabilitas maupun untuk masyarakat di Kecamatan Banyuurip," ujar Siswanto.

Menurut dia, produk yang dibuat penyandang disabilitas sangat berpotensi, meskipun kemasan kurang bagus, namun rasanya enak. "Kami sudah fasilitasi mereka dengan pelatihan. Hasilnya produk mereka sudah mulai menarik, kemasan labelnya juga bagus. Ada sekitar 20 produk difabel yang dipajang di Gardu Penyintas. Mulai dari peyek, keripik pare, keripik pisang, sambal pecel, kue kacang, brownis dan lainnya," terang Siswanto.

Untuk lebih memudahkan masyarakat memperoleh informasi produk dan memesannya, Siswanto juga telah membuat aplikasi. "Semua produk ada di katalog aplikasi. Pembeli tinggal pesan dan akan langsung terhubung ke admin penyandang disabilitas. Kami juga berencana akan membangun komitmen ke pemilik usaha toko-toko kelontong agar menjual produk penyandang disabilitas," tambahnya.

Dari data tahun 2022, tercatat ada 555 penyandang disabilitas di Kecamatan Banyuurip. Namun data tersebut belum divalidasi jumlahnya.

Sementara itu, Manager Program Rehabilitasi Holistik Pusat Rehabilitasi YAKKUM, M Aditya Setiawan menerangkan bahwa, pihaknya sedang melaksanakan pendampingan program Desa Inklusif di Kecamatan Banyuurip yang merupakan program prioritas dari Kementrian Desa.

"Pastinya hal ini tidak bisa kami lakukan sendiri, Kerjasama dan dukungan dari semua pihak terutama dari semua kepala desa untuk replikasi Desa Inklusif menjadi hal utama. Kami sangat bangga dengan perkembangan DPO Tunas Mandiri yang telah menjadi DPO yang sangat berdaya dan mandiri. Melalui pelucuran GARDU DISABILITAS besar harapan kami dapat menjadi awalan inovasi lain dan dapat menginspirasi wilayah lain untuk melakukan upaya pemberdayaan disabilitas. Kami juga mengharap dukungan dari semua desa untuk mereplikasi pendekatan desa inklusif," kata Aditya.

Pusat rehabilitasi YAKKUM sudah mendampingi 10 kecamatan dan 52 desa di Kabupaten Purworejo untuk menjadi desa inklusif. "Tolok ukur desa inklusif itu antara lain, ada kelompok disabilitas desa (KDD). Desa menyediakan program untuk disabilitas dan kelompok rentan. Kemudian, desa bisa mengakomodasi untuk program pemberdayaan," kata Aditya.

Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Proyek Desa Inklusi yang didukung oleh SeeYou Foundation dan PAFID mendampingi Desa Inklusi di 52 Desa wilayah Kabupaten Purworejo. Proyek ini bertujuan untuk menguatkan tata kelola desa yang Inklusif, meningkatkan kebijakan yang inklusif, serta meningkatkan peran masyarakat dan kelompok marginal.

169