Home Ekonomi IKI Februari 2024 Tunjukan Industri Manufaktur Ekspansif, Pelaku Usaha Semakin Optimis

IKI Februari 2024 Tunjukan Industri Manufaktur Ekspansif, Pelaku Usaha Semakin Optimis

Jakarta, Gatra.com - Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Jubir Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief mengatakan bahwa industri manufaktur Indonesia pada Februari 2024 masih berada pada level ekspansi.

Hal itu diungkapkannya berdasarkan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia berada pada posisi 52,9 poin. Angka ini naik 0,7 poin dari Januari 2024 yang berada pada posisi 52,2.

Begitu pula dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang juga menunjukkan industri manufaktur dalam negeri masih ekspansi. Tercatat, IKI pada Februari 2024 mencapai 52,56, meningkat 0,21 poin dibandingkan Januari 2024.

Kenaikan IKI pada Februari 2024 dipengaruhi oleh peningkatan nilai IKI pada 17 subsektor manufaktur. Adapun kontribusi 17 subsektor ini terhadap PDB industri pengolahan nonmigas mencapai 87,9%.

"Seluruh komponen IKI yaitu Variabel Pesanan Baru, Produksi dan persediaan produk mengalami ekspansi pada Februari 2024 sebesar 53,14, 50,45 dan 54,28," katanya dalam acara rilis IKI Februari 2024 di Jakarta, Kamis (29/2).

Meski begitu, Febri menyebutkan bahwa pada variabel produksi, tingkat ekspansinya sedikit melambat terutama akibat penurunan pesanan, tingkat ketersediaan produk, ketersediaan bahan baku/penolong, dan faktor musiman. Sedangkan ekspansi pada variabel persediaan produk meningkat signifikan dibandingkan Januari 2024.

"Karena produk industri mulai terserap pasar terutama pasar domestik dan kelancaran pengiriman dan logistik," ucapnya.

Secara umum, kepercayaan industri di Februari 2024 sangat baik. Nilai IKI yang ekspansi pada Februari 2024 sejalan dengan persentase pelaku usaha yang menyatakan kondisi usahanya meningkat mencapai 31,7% dan stabil mencapai 45,1%. Kondisi ini naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 30,1% dan 46,3%.

"Pelaku usaha yang menyatakan kondisi usahanya meningkat bertambah banyak, sebaliknya pelaku usaha yang menyatakan kondisi usahanya menurun bertambah sedikit menjadi sebesar 23,1% pada Februari 2024," ujar Febri.

Pada Februari 2024, optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usahanya enam bulan ke depan meningkat menjadi 71,0%. Sedangkan pada Januari 2024, optimisme pelaku usaha hanya 67,6%.

"Nilai ini merupakan optimisme tertinggi sejak IKI dirilis," ujarnya.

Selanjutnya, sebanyak 21,0% pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya stabil selama enam bulan mendatang. Angka ini menurun dari bulan sebelumnya sebesar 21,7%.

Persentase pesimisme pandangan pelaku usaha terhadap kondisi usaha enam bulan ke depan juga hanya 7,9%. Nilai ini merupakan pesimisme terendah sejak IKI dirilis.

52