Home Ekonomi Produksi Minyak Turun, Pertumbuhan Ekonomi Riau Melambat

Produksi Minyak Turun, Pertumbuhan Ekonomi Riau Melambat

Pekanbaru, Gatra.com - Peran minyak dan gas bumi (migas) sebagai lokomotif ekonomi Riau selama puluhan tahun telah membikin pertumbuhan ekonomi di provinsi ini rentan terhadap kemampuan produksi migas tadi. 

Wakil Gubenur Riau Edy Natar Nasution mengatakan, anjloknya produksi minyak telah membuat pertumbuhan ekonomi Riau stagnan di bawah 3 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Riau selama ini sangat dipengaruhi oleh migas. Selain itu anjloknya harga beberapa komoditi unggulan juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," jelasnya saat memberikan  jawaban Pemerintah Provinsi Riau terhadap pandangan umum fraksi DPRD Provinsi Riau, Kamis (18/7).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik  (BPS) Provinsi Riau, produksi minyak di Blok Rokan mengalami penurunan beberapa tahun terakhir. 

Jika pada tahun 2016 masih bisa menyentuh angka 251 ribu barel perhari, di 2018 rata-rata hanya berkisar 203 ribu barel perhari.

Bahkan SKK Migas menaksir pada tahun 2019 produksi Blok Rokan akan lebih kecil ketimbang Blok Cepu. Bila Blok Cepu diperkirakan bisa menyumbang 212 ribu barel sehari, Blok Rokan dipekirakan hanya mampu memproduksi 180 ribu barel perhari.

Seiring dengan penurunan produksi Blok Rokan, penurunan produksi minyak dan gas secara umum juga terjadi di Riau. 

Sebagai gambaran pada triwulan IV tahun 2018 produksi minyak bumi di Riau kurang dari 210 ribu barel perhari. Sementara pada periode yang sama tahun 2017 capaian produksi masih di atas 230 ribu barel perhari.

Edy Natar mengungkapkan Pemprov Riau saat ini mulai melirik sektor-sektor ekonomi yang memiliki daya ungkit ekonomi selain migas.

"Kebijakan ke depan harus memberikan perhatian pada pengembangan hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah. Lalu kita juga akan lakukan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Adapun upaya memperbesar sektor pariwisata untuk pertumbuhan ekonomi, ditunjukan dengan tindakan Pemprov Riau menggeber aksesibilitas menuju tempat - tempat pariwisata itu.

 

524