Home Kebencanaan Salut Dengan DLKN, Kapolri Janjikan Ini Untuk Kapolda Riau

Salut Dengan DLKN, Kapolri Janjikan Ini Untuk Kapolda Riau

Pekanbaru, Gatra.com - Agung Setia Effendi benar-benar moncer. Gara-gara inovasi yang dia bikin, 11 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) sampai datang ke Pekanbaru, Riau, demi menengok hasil inovasinya itu; Dasboard Lancang Kuning Nusantara (DLKN).

Dan gara-gara inovasi itu pula, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis langsung mempromosikan jenderal bintang dua ini jabatan baru, kalau sudah tak lagi menjabat Kapolda Riau.

"Terimakasih kepada Pak Kapolda Riau, saya carikan jabatan Pak Agung ini, mana jabatan yang terbaik setelah ini," kata Idham saat meresmikan aplikasi Dasbor Lancang Kuning Nusantara itu di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (9/3).

Idham meresmikan aplikasi itu bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kedua jenderal ini ditemani oleh Gubernur Riau, Syamsuar, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo dan para Kapolda tadi.

Tadinya aplikasi pemantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tadi masih bernama Dashboard Lancang Kuning. Aplikasi itu dibikin supaya Polda Riau lebih gampang dan cepat mengatasi karhutla.

Tapi waktu Idham datang ke Pekanbaru beberapa waktu lalu, dia langsung tertarik dengan aplikasi itu dan kemudian 'diseret' dan kemudian berubah nama menjadi aplikasi Dasboard Lancang Kuning Nusantara.

Idham menyebut, Dasboard Lancang Kuning Nusantara adalah aplikasi informasi titik panas (hotspot) secara real yang dilengkapi dengan informasi lokasi yang akurat serta informasi arah angin dan informasi penanganan karhutla.

"Aplikasi ini sangat memudahkan satgas menangani karhutla. Itulah makanya aplikasi ini sangat penting dimiliki oleh wilayah yang tiap tahun mengalami karhutla. Ini akan efektif dengan tindak lanjut yang maksimal," katanya.

Idham kemudian berharap TNI Polri, Manggala Agni, BPBD dan pemadam karhutla lainnya selalu bersinergi demi penanganan dan hasil yang maksimal.

"Saya sangat bangga kepada Kapolda Riau. Sebagai pimpinan Polri saya berikan apresiasi dan saya perintahkan langsung seluruh Polda yang rawan (karhutla) belajar ke Riau," katanya.

Adapun 11 Polda yang rawan karhutla tadi antara lain; Polda Aceh, Polda Sumut, Polda Sumbar, Polda Jambi, Polda Sumsel, Polda Kaltim, Polda Kalsel, Polda Kalteng, Polda Kalbar, Polda Kaltara, dan Polda Babel.

Sebelum resmi dilaunchingkan, 11 Polda itu sudah mengirimkan sejumlah personelnya ke Polda Riau untuk dilatih supaya mahir memakai aplikasi itu.

 

356