Home Ekonomi Usai Mewisuda, Menteri Edhy Patenkan Hasil Inovasi

Usai Mewisuda, Menteri Edhy Patenkan Hasil Inovasi

Jakarta, Gatra. com - Secara daring, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mewisuda Taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta pada Senin (10/20). Selain mewisuda sebanyak 481 taruna AUP Jakarta tersebut, Menteri Edhy juga mengumumkan hasil inovasi para taruna untuk didaftarkan sebagai hak cipta hasil inovasi teknologi.

Dalam kesempatan itu, Menteri Edhy mendorong kepada para wisudawan agar dapat berinovasi memanfaatkan ilmu dan keterampilan untuk berwirausaha pada sektor kelautan dan perikanan. “Karena masih begitu besarnya peluang kelautan dan perikanan yang belum teroptimalkan,” kata Edhy dalam keterangan tertulis yang diterima gatra.com.

Sementara, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja mengatakan, sesuai dengan wajah baru Sekolah Tinggi Perikanan menjadi Politeknik AUP, ia berharap agar wisudawan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan juga menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja (job creater).

“Agar para lulusan satuan Pendidikan lingkup KKP dapat terjun berwirausaha dalam sektor kelautan dan perikanan,” kata Sjarief.

Dari hasil inovasi para taruna, Direktur Politeknik AUP Ilham mengatakan, para taruna dengan pendampingan dosen pembimbing menghasilkan berbagai inovasi, yang kemudian dipilih sejumlah karya terbaik untuk didaftarkan hak cipta.

Salah satu inovasi dihasilkan adalah pemanfaatan Kombinasi LSA Bacteria (Lactobacillus sp, Saccharomyces cerevisiae, dan Acetobacter sp.) milik inovator Taruna Rian Achmad Sanjaya, dari Prodi Teknologi Akuakultur, inovasi ini digunakan untuk penyerapan protein pada pakan. Inovasi ini telah diaplikasikan dalam skala laboratorium dan skala lapang pada budidaya udang vanamae, untuk selanjutnya diimplementasikan di masyarakat.

Adapula inovasi dari Bagus Wicaksono, Prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, yakni mesin ekstraksi albumin ikan gabus (channa striata) metode gantung berbasis aplikasi eWeLink. Alat ekstraksi albumin tersebut dapat digunakan untuk industri skala rumah tangga. Selain khusus didesain menggunakan thermostat berkapasitas besar, juga dioperasikan nirkabel menggunakan aplikasi eWelink dari telepon selular.

Inovasi lainnya dihasilkan oleh Taruna Muhammad Nur Abdul Aziz, Prodi Permesinan Perikanan, yang membuat Inovasi micro controller kelistrikan kapal ikan berbasis android, dengan menggunakan modul Arduino Uno R3 arus 12Volt dan modul relay arus 220 volt untuk lampu, terminal, pompa serta arus 3 volt untuk dynamo motor, yang dapat dikontrol menggunakan handphone android jangkauan 10–15 meter. Dengan adanya alat kontrol kelistrikan otomatis pada kapal ikan ini, mempermudah kontrol dan pengoperasian kelistrikan pada kapal dari jarak jauh, meskipun terhalang dengan sekat-sekat dinding.

Dari program Pasca-Sarjana Politeknik AUP beberapa Inovasi yang dihasilkan antara lain Rancang Bangun Mesin Pendingin Air Meja Panjang Ikan, Pemanfaatan Silase Ikan Sebagai Media dan Pakan Cacing Sutera, Pemberat Batu Beton Pada Penangkapan Handling Ikan Tuna, Penguat Rasa Dari Hasil Samping Industri Perikanan, Monitoring Kualitas Air Tambak Menggunakan Aplikasi Hydrocolor, Fortifikasi Konsentrat Protein Ikan Layang Pada Kue Gapit.

Sementara itu, tim dosen dan taruna Prodi Permesinan Perikanan membuat inovasi slurry ice machine (mesin pembuat bubur es) dari air laut. Bubur es yang dihasilkan lebih efektif digunakan untuk ikan karena dapat masuk ke dalam bagian tubuh ikan daripada menggunakan balok es. Hasilnya proses pendinginan lebih cepat, ukuran lebih kecil, hemat listrik, cocok diaplikasikan pada proses pre-cooling sebelum masuk Air Blast Freezer, dengan kapasitas sebanyak dua ton per hari.

Sementara, dari tim taruna Politeknik Angkatan 53 yang saat ini masih mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah menghasilkan inovasi tepung makanan dari propagul mangrove (rhizopora), yang dapat mensubstitusi tepung terigu hingga 40%. Dari temuan inovatif ini, mereka berhasil menghasilkan tiga produk berupa MANG Donat, MANG Pie, dan MANG Brownies.

Ada pula inovasi Bugill (Bubu Gillnet), alat penangkap ikan yang menggabungkan antara bubu dengan gillnet; Sargasoap (Sargasum Soap), sabun cair dengan ekstrak rumput laut sargassum sp yang baik untuk membunuh bakteri dan menghaluskan kulit; propagol, buah dari mangrove, yang dimanfaatkan sebagai bibit, plup bio paper, dan bahan tinta batik; Batik Primary, produk kerajinan tangan ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah organik propagul kering dan daun ketapang tua; siomay lele rawit; dan sebagainya.

702