Home Info Sawit Stok CPO Global Berlebih, PASPI Menengok Ada Yang Janggal

Stok CPO Global Berlebih, PASPI Menengok Ada Yang Janggal

Medan, Gatra.com - Lima pekan terakhir harga tandan buah segar (TBS) turun. Alasannya, harga minyak sawit mentah Crude Palm Oil (CPO) di pasar dunia turun. Lho...

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategi Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung bilang harga CPO bisa saja turun lantaran stok global berlebih. Atau bisa jadi pula pasar sudah jenuh dan di saat yang sama, konsumen tak pula jor-joran membeli CPO.

Lantas dari mana stok global itu bisa berlebih? "Saya menduga ada praktek ‘kencing’ CPO di laut, khususnya di kawasan Selat Malaka yang sangat luas dan tidak sepenuhnya terjaga oleh aparat keamanan. Itu dugaan saya," katanya tadi siang.

Bukan tidak mungkin kata Tungkot penyelundupan CPO semakin meningkat di saat harga CPO di pasar internasional naik.

"Pengawasan lemah dan bahkan tidak ada lantaran semua komponen negara fokus pada penanganan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Selain lewat laut, dia juga menduga penyelundupan CPO dan TBS milik Indonesia terjadi di perbatasan dengan Malaysia yang luput dari pantauan aparat keamanan. “Lalu, dari Malaysia-lah CPO diekspor. Kenapa itu dilakukan? Karena di Malaysia nilai pungutan ekspor CPO kecil, bahkan boleh dibilang tak ada,” ungkapnya.

Lalu, bukankah di dalam negeri ada program mandatori biodiesel 30 (B30) untuk menyerap lebih banyak CPO sehingga harga TBS bisa lebih terjaga?

“Saya juga menduga mandatori B30 ‘dibajak’ oleh pengusaha-pengusaha sawit skala besar. Program B30 tidak sepenuhnya dilaksanakan, akhirnya serapan TBS menjadi tidak maksimal. Harus dicek lagi apakah mandatori B30 benar-benar dilaksanakan oleh pengusaha atau tidak,” pungkasnya.