Home Apa Siapa Situs Berisi Ratusan Tulisan Karya Soedjatmoko Diluncurkan

Situs Berisi Ratusan Tulisan Karya Soedjatmoko Diluncurkan

463

Jakarta, Gatra.com – “Ekonomi merupakan hal penting untuk membangun Indonesia. Namun, kebudayaan dan karakteristik sosial masyarakat Indonesia adalah pondasinya,” demikian pemikiran Soedjatmoko, ihwal pembangunan nasional.

Pada 10 Januari 2022, Soedjatmoko seharusnya genap berusia 100 tahun. Soedjatmoko (1922-1989) merupakan pemikir Indonesia yang sepanjang hidupnya terus bergumul dengan persoalan-persoalan besar yang dihadapi bangsa dan dunia pada zamannya.

Guna menggali kembali sumbangannya, sebuah situs web yang menampung lebih dari 300 tulisan Soedjatmoko diluncurkan. Situs tersebut digagas ketiga putri Soedjatmoko, yakni Kamala Chandrakirana (sulung), Isna Marifa (kedua), dan Galuh Wandita (bungsu).

“Tulisan-tulisan Soedjatmoko sebenarnya menyangkut pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang ‘siapa kita, ke mana kita mau pergi, serta apa yang bisa diperoleh dari budaya dan kekuatan sukma kita sendiri untuk menemukan jalan ke depan’,” kata Kamala.

Publik dapat mengakses ratusan tulisan itu lewat situs membacasoedjatmoko.com. Karya-karya tersebut meliputi makalah, jurnal (nasional dan internasional), serta pidato yang pernah Soedjatmoko sampaikan di berbagai forum sekitar tahun 1948 hingga 1989.

Kamala menjelaskan, ide pembuatan situs web ‘Membaca Soedjatmoko’ muncul dari perbincangannya dengan Hilmar Farid dan Ignas Kleden. Saat itu, Ignas mengusulkan agar karya-karya Soedjatmoko diterbitkan kembali secara utuh dalam bahasa asli ketika ditulis.
“Saya mencoba membayangkan, kira-kira bagaimana ya kita bisa memperingati 100 tahun Soedjatmoko. Akhirnya, saya ingat apa yang disampaikan oleh Pak Ignas kepada saya. Dan saya pikir, versi kekiniannya adalah website,” ujarnya.

Kehadiran situs ini dilengkapi dengan rangkaian diskusi sepanjang tahun yang akan hadir setiap bulan. Diskusi yang digelar LP3ES pada 10 Januari menjadi pembuka, dan berakhir Desember 2022 ditandai penerbitan Majalah Prisma Edisi Khusus 100 Tahun Soedjatmoko.

“Website kalau hanya dipasang belum tentu akan digunakan. Jadi saya pikir, kita juga perlu menghadirkan spirit Soedjatmoko yaitu perbincangan. Kemudian, saya bersapa dengan berbagai kawan terkait kesediaan memperbincangkan pemikiran Soedjatmoko,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan menyelenggarakan lomba menulis esai dengan tema ‘Pemikiran-pemikiran Soedjatmoko dan skenario untuk Indonesia masa depan’ yang dibuka Juni 2022. Lomba ini terbagi dalam tiga kategori peserta, yakni SMA, mahasiswa, dan umum.

“Senang bahwa hari ini 100 tahunnya Soedjatmoko, kami membuka ruang untuk dialog terutama dengan generasi muda, untuk belajar kembali tentang pencarian Soedjatmoko,” kata Galuh, putri bungsu Soedjatmoko.

Peluncuran website ‘Membaca Soedjatmoko’ bertujuan untuk memberi akses terbuka pada tulisan-tulisan Soedjatmoko dalam bentuk asli sebagaimana tersimpan di rumah kediamannya di Jakarta. Harapannya, website ini bisa terus dikembangkan sebagai ruang untuk membangun pengetahuan dari hidup dan pemikiran Soedjatmoko.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS