Home Kalimantan Gubernur Lemhanas: Empat Konsensus Dasar Menjadi Perisai Dalam Pertarungan Kekuatan Sumber Daya

Gubernur Lemhanas: Empat Konsensus Dasar Menjadi Perisai Dalam Pertarungan Kekuatan Sumber Daya

Banjarmasin, Gatra.com - Empat konsensus dasar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI diyakini bisa menjadi perisai untuk mengantisipasi dinamika yang terjadi dalam pertarungan kekuatan di sekitar kita.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Andi Widjajanto mengungkapkan hal tersebut kepada awak media usai membuka Sosialisasi Dialog Wawasan Kebangsaan Lemhannas RI Tahun 2022 di salah satu hotel ternama di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (11/5).

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari diikuti seluruh perwakilan elemen masyarakat termasuk juga kalangan anak muda atau kaum milenial di Kalimantan Selatan.

"Tugas Lemhannas melakukan pemantapan nilai kebangsaan. Salah satunya mensosialisasikan empat konsensus dasar tersebut. Kita juga berikan wawasan tentang pertarungan kekuatan disekitar kita yang konsekuensinya adalah perebutan sumber daya yang mempengaruhi aspek sosial dan ekonomi," ujarnya.

Diutarakannya, materi yang diberikan termasuk juga tentang dinamika yang terjadi saat ini sepeti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina.

Terkhusus untuk pulau Kalimantan, menurut Andi Widjajanto, kedepannya akan makin strategis dan masuk dalam kawasan ekonomi hijau bersama pulau Papua.

"Kalimantan dan Papua diharapakan menjadi zero carbon dan berkontribusi utama hingga tahun 2062," sebutnya.

Bagi Kalimantan Selatan, beber Andi Widjajanto, pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur memberikan dampak yang sangat positif.

"Kalsel akan menjadi pintu gerbang masuknya dinamika politik, ekonomi dan sosial dalam mewujudkan kota dunia baru, kota pintar, kota hijau," tuturnya.

Ditanya isu apa saja di Kalimantan Selatan yang mendapatkan perhatian khusus Lemhannas RI, Andi Widjajanto menyebut kerawanan ekologi.

"Isu utama adalah kerawanan ekologi yang terjadi. Ini harus disikapi dengan paradigma pembangunan berkelanjutan. Paradigma besarnya adalah ekonomi hijau," pungkasnya.