Home Kalimantan BI Kalsel Imbau Masyarakat Tukar Uang Rusak di Bank

BI Kalsel Imbau Masyarakat Tukar Uang Rusak di Bank

Banjarmasin, Gatra.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan, Imam Subarkah, mengimbau kepada masyarakat yang mau menukar uang rusak untuk datang ke Kantor Bank Indonesia atau perbankan setempat.

Imbauan itu disampaikan Imam karena masih banyaknya masyarakat yang enggan datang ke Kantor BI dan perbankan untuk menukar uang rusak dan lebih memilih menggunakan jasa penukaran uang yang ada di pinggir jalan.

"Tidak ada proses yang menyulitkan untuk masyarakat," ujar Imam kepada Gatra.com usai membuka serimonial kas keliling bersama dan pengenalan uang rupiah baru emisi 2022 di Banjarmasin, Sabtu (20/8).

Imam menyampaikan, dengan menukar uang di tempat yang resmi, maka keaslian uang akan terjamin dan kebutuhan pecahan juga tersedia. "Yang paling penting, tidak ada fee. Kalau menukar di pinggir jalan atau bukan di tempat resmi ada fee-nya dan tidak ada yang menjamin keasliannya," ucapnya.

Pantauan Gatra.com, jasa penukaran uang rusak di Kota Banjarmasin dapat ditemui di beberapa lokasi, di antaranya di Jalan R Soeprapto, yang berada tepat di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, dan di Jalan Lambung Mangkurat. Anehnya, jasa penukaran uang rusak menggunakan sepeda motor itu juga terdapat di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel.

Penukaran tujuh uang pecahan baru tahun emisi 2022 di Kalsel pun dimulai pada hari ini. Ada di tiga titik di Banjarmasin, yakni Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalsel, Pasar Kuripan, dan pusat perbelanjaan Sentra Antasari.

"Pecahan uang baru emisi 2022 yang akan disebarkan di Kalsel dan Kalteng sebesar Rp2,4 triliun. Uang baru ini menggunakan benang pengaman teknologi terkini (microlenses) sebagai best practice internasional, akan sulit dipalsukan," jelas Imam.

Imam melanjutkan, BI juga melakukan penguatan teknologi tinta berubah warna dengan menambahkan fitur magnetic link sehingga memiliki efek gerak dinamis pada pecahan besar dengan tekonologi  Optically Variable Magnetic (OVMI).

BI, kata Imam, juga melakukan penguatan terhadap unsur pengaman ultraviolet (UV) dengan perluasan sebaran luas area UV dan keragaman warna. Kontras warna antarpecahan uang pun ditingkatkan agar semakin mudah dibedakan.

"BI juga melakukan standarisasi desain dan tata letak unsur pengamanan serta meningkatkan selisih ukuran panjang antarpecahan dari 2 mm menjadi 5 mm. Penggunaan teknologi coating untuk melindungi tinta agar tidak cepat pudar pada pecahan kecil Rp5.000, Rp2.000 dan Rp1.000 akan menambah lama masa peredaran pecahan uang tersebut,” tukas Imam.