Home Kesehatan Jangan Keliru! Rupanya Kebiasaan Menyikat Gigi Satu Ini Tak Direkomendasikan ahli

Jangan Keliru! Rupanya Kebiasaan Menyikat Gigi Satu Ini Tak Direkomendasikan ahli

Jakarta, Gatra.com - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pasalnya, apabila kesehatan gigi dan mulut terganggu, maka asupan gizi dan nutrisi yang masuk ke tubuh pun akan ikut terganggu. 

Oleh karena itu, Budi menilai, menyikat gigi dua kali sehari adalah hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh seluruh masyarakat. “Gigi dan mulut ini sangat menentukan asupan gizinya juga. Kalau gigi dan mulut kita tidak sehat, asupan gizi yang masuk juga berkurang, sehingga kondisi kesehatan kita juga berkurang,” ujar Menkes secara daring di acara peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2022, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (12/9).

Baca JugaMenkes Sebut Kesehatan Gigi dan Mulut Perlu Dijaga Sejak Kecil

Meskipun begitu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Usman Sumantri, mengatakan ada suatu kebiasaan keliru terkait sikat gigi yang masing sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kekeliruan itu terkait dengan pemilihan waktu masyarakat untuk menyikat gigi mereka.

"Tapi memang ada, yang masih bermasalah (dengan) pemilihan cara menyikat giginya. Yang tadi itu, sikat gigi dulu, baru dia makan," ujar Usman Sumantri.

Baca JugaMenkes: Jumlah Dokter Gigi di Puskesmas Sangat Minim

Ia pun mengatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu kebiasaan yang perlu diubah. Sebab, menurutnya, kegiatan menyikat gigi seharusnya dilakukan setelah makan pagi, demi mencegah kerusakan gigi di masa mendatang.

Pasalnya, sisa makanan yang ada di dalam mulut akan berubah menjadi asam setelah delapan jam. Dengan demikian, apabila tidak dibersihkan, maka sisa makanan tadi akan merusak email gigi.

"Karena delapan jam itu, makanan sudah bersifat asam. Dia merusak email (gigi). Itu yang dicegah," ujar Usman.

Untuk diketahui, email gigi merupakan lapisan terluar pada gigi. Lapisan yang amat keras itu berfungsi untuk melindungi bagian-bagian lain dari gigi dari kerusakan. Tak terkecuali kerusakan akibat kecelakaan sehari-hari, temperatur, dan paparan bahan-bahan kimia berlebihan.

Baca JugaCatat! Ini Tips Ajarkan Sikat Gigi pada Anak Balita

Sementara itu, guna menjaga dan memperkuat email gigi, drg. Usman menyarankan agar masyarakat lebih memerhatikan kandungan fluoride dalam pasta gigi. Sebab, fluoride merupakan mineral yang akan diserap oleh gigi saat menyikat gigi, yang mana berfungsi mencegah kerusakan gigi.

"Yang penting kandungan fluor-nya. Jadi kalau Anda lihat pasta gigi tuh, lihat kandungan fluoride. Ada yang nol, ada yang sampai 40%. Jadi fluoride itu mencegah kerusakan gigi," jelasnya.