Home Internasional Serangan Balik Al-Qaeda di Abyan, Tiga Tentara Yaman Tewas

Serangan Balik Al-Qaeda di Abyan, Tiga Tentara Yaman Tewas

Al-Mukalla, Gatra.com - Setidaknya tiga tentara Yaman tewas dan enam lainnya terluka, termasuk seorang pemimpin militer lapangan, ketika gerilyawan Al-Qaeda meledakkan alat peledak rakitan dan melancarkan serangan di provinsi selatan Yaman Abyan pada hari Senin. Serangan itu untuk menghentikan aksi militer Yaman, yang maju ke benteng-benteng pertahanan militan.

Dua pejabat lokal mengatakan kepada Arab News bahwa kendaaraan tentara yang tewas itu bersentuhan dengan IED, yang ditanam oleh Al-Qaeda di Moudia. Mereka masuk lebih dalam ke daerah-daerah terpencil di distrik tersebut.

“Militan Al-Qaeda tidak dapat menghentikan pasukan selatan. Namun, mereka hanya dapat memasang ranjau dan dengan cepat mereka melarikan diri,” kata seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga: Al-Qaeda Serang Pos Militer Keamanan Yaman, 26 Tewas

Pasukan Yaman, yang sebagian besar dikomandani oleh Dewan Transisi Selatan, telah berhasil membersihkan kantong-kantong Al-Qaeda sekitar 35 km sebelah timur Moudia, dan masih terus masuk ke daerah-daerah yang lebih terpencil di Abyan.

Warga melaporkan, telah mendengar ledakan besar dan melihat asap tebal mengepul dari daerah pegunungan di timur Moudia pada hari Senin, saat pasukan terlibat baku tembak dengan militan Al-Qaeda.

Kegiatan militer di Abyan adalah bagian dari serangan pasukan keamanan lokal yang dimulai pada hari Sabtu. Tujuannya untuk mengusir gerilyawan Al-Qaeda dari tempat persembunyian lama mereka di Abyan dan Shabwa, di mana gerilyawan melancarkan serangan mematikan di daerah-daerah yang dikuasai pemerintah.

Selama tiga hari terakhir, militer telah menguasai sebagian besar tanah di Abyan, termasuk tiga lembah yang masing-masing menampung fasilitas pelatihan Al-Qaeda. Pasukan keamanan juga memasuki Khaber Al-Marakesha, daerah gersang dan pegunungan yang merupakan rumah militan Al-Qaeda, termasuk Jalal Baliedi, seorang pemimpin senior Al-Qaeda yang dilaporkan dibunuh oleh pesawat tak berawak AS di daerah yang sama pada tahun 2016.

Baca Juga: Taliban Tidak Menemukan Jenazah Pemimpin Al-Qaeda Al-Zawahri

Di Shabwa, pasukan Yaman juga mendorong gerilyawan keluar dari Al-Musainah dan sekarang mengejar kantong Al-Qaeda di pegunungan daerah itu.

“Operasi di Abyan dan Shabwa saat ini akan berhenti setelah kedua provinsi dibersihkan dari gerilyawan Al-Qaeda,” kata komandan militer setempat.

Analis berpendapat bahwa pengetahuan Al-Qaeda tentang topografi wilayah menantang Abyan, Shabwa, dan Al-Bayda, membuat pasukan militer lokal mungkin tidak dapat mencapai lebih banyak kemenangan di pegunungan tiga provinsi, itu.

Yahiya Abu Hatem, seorang analis militer, mengatakan kepada Arab News bahwa Al-Qaeda telah lama berlindung di daerah-daerah terpencil dan pegunungan Abyan yang kekurangan populasi dan pelayanan pemerintahan.

“Organisasi teroris berkembang di medan mati dan sulit di mana mereka dapat dengan mudah mendirikan fasilitas militer dan berlindung di gua dan lembah,” jelas Abu Hatem.

Baca Juga: Arab Saudi Eksekusi 81 Anggota Jaringan ISIS dan Al-Qaeda

“Di daerah-daerah itu, layanan negara sudah lama tidak hadir,” tambahnya.

“Al-Qaeda juga berkembang di daerah antara Abyan dan Shabwa dan dekat dengan Al-Bayda yang dikuasai Houthi, kata Abu Hatem,” katanya. 

Itu karena hubungan yang tidak biasa antara Al-Qaeda dan Houthi, yang mendorong para militan untuk melakukan serangan di wilayah yang dibebaskan dengan keuntungan perlindungan dan senjata.

“Daerah yang dibebaskan itu, terutama di provinsi selatan. Tidak akan aman tanpa membebaskan Al-Bayda dari Houthi, dan membentuk satu ruang komando, mengaktifkan intelijen,” kata Abu Hatem.