Home Gaya Hidup Demo Buruh Disambut Pasukan Pemberi Mawar Merah, Lalu Berjoged

Demo Buruh Disambut Pasukan Pemberi Mawar Merah, Lalu Berjoged

Karanganyar, Gatra.com - Berbagai cara dilakukan aparat kepolisian guna meredam emosi pengunjuk rasa kenaikan harga BBM subsidi. Di Kabupaten Karanganyar, polwan cantik membagikan mawar merah, permen dan air mineral ke pedemo. Alhasil, demo pun kondusif. Bahkan, peserta aksi berjoged dangdut bersama aparat keamanan.

Situasi itu terekam di sela orasi serikat pekerja di depan gedung DPRD Karanganyar, Rabu (21/9).

Tampak para polwan negosiator memberikan air mineral ke pengunjuk rasa yang sedang beristirahat di jalur pejalan kaki. Air mineral itu diserahkannya berikut sekuntum mawar merah. Polwan melempar senyumnya kemudian memberi bonus lagi permen gula yang manis.

Perlakuan serupa bagi para pengunjuk rasa juga diberikan ke perwakilan buruh usai beraudiensi di ruang rapat paripurna. Beberapa tangkai bunga mawar bagi mereka sebagai bentuk apresiasi karena telah ikut menjaga kondusivitas. Tuntutan para buruh juga disampaikan secara tertib tanpa timbul anarkistis.

"Terima kasih aksi dapat berjalan dengan damai, aman, dan tertib. Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hal yang harus kita semua hormati, dan kami hadir untuk memastikan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik," kata Kapolres Karanganyar AKBP Danang Kuswoyo.

Para pekerja memprotes dicabutnya tiga peraturan tentang UU 36 tahun 2021 tentang pengupahan yang mengakibatkan upah mereka hanya naik Rp 10.000 alias terburuk sepanjang sejarah diberlakukannya UMK sejak tahun 90-an.

‘’Kedua UU Cipta Kerja yang sebelumnya pernah dituntut namun justru diundangkan di tengah protes berbagai pihak. UU itu mengakibatkan munculnya tenaga kontrak atau outsourcing sehingga banyak pekerja yang terpaksa mundur dari tenaga tetap karena dipaksa dan kemudian beralih menjadi tenaga kontrak,’’ kata Haryanto, Ketua FPSPN, dalam orasinya.

Lalu, mendesak pembatalan kenaikan harga BBM subsidi. Kenaikan harga BBM yang sampai 30 persen sangat memberatkan kaum buruh.

Buruh menyebut bantuan subsidi upah (BSU) ternyata ribet syarat-syaratnya. Salah satunya harus terdaftar peserta BPJS aktif. Padahal tak sedikit perusahaan mengemplang bayar.

Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo mengatakan tuntutan buruh bakal disampaikan ke jajaran legislatif di Senayan. Ia meminta buruh meredakan emosi. Saat ini pemerintah sedang menyalurkan jaring pengaman sosial untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga BBM subsidi.

"Pemerintah juga sedang bertahan dari situasi sulit. 70 persen migas dari impor. Pemerintah menyalurkan BLT BBM ke puluhan juta keluarga. Masih juga menyalurkan BSU," katanya.

Selain itu, Pemkab Karanganyar akan menyalurkan BLM BBM sapu jagad Rp4 miliar ke ribuan sasaran yang dikoordinasi Dinsos, Dishub dan Disdagnakerkop.

"Sumbernya dari 2 persen Dana Transfer Umum (DTU)," katanya.