Home Internasional Hizbullah Ingatkan Perubahan Status Quo di Al Aqsa bisa Jadi Bom Waktu

Hizbullah Ingatkan Perubahan Status Quo di Al Aqsa bisa Jadi Bom Waktu

Beirut, Gatra.com - Pemimpin gerakan Hizbullah Lebanon yang berpengaruh, Hassan Nasrallah, mengatakan bahwa setiap pelanggaran status quo selama puluhan tahun di masjid Al Aqsa di Yerusalem, dapat menyebabkan ‘ledakan’ di wilayah tersebut, tidak hanya di dalam wilayah Palestina.

Komentar Nasrallah menyusul kunjungan pejabat Israel ke situs yang dihormati oleh kaum Muslim, juga Yahudi, pada hari sebelumnya oleh menteri keamanan nasional sayap kanan baru Israel, Itamar Ben-Gvir.

Reuters, Rabu (4/1) melaporkan, dalam upaya nyata untuk meredakan kemarahan atas kunjungan tersebut, seorang pejabat di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa perdana menteri berkomitmen penuh pada status quo, yang hanya mengizinkan ibadah kaum Muslim di situs tersebut.

Baca Juga: Arab Saudi, UEA dan Yordania Kutuk 'Penyerbuan' Pejabat Israel di Halaman Al-Aqsa

Sebelumnya, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyesalkan kunjungan pejabat sayap kanan Israel ke situs suci Yerusalem, yang diperebutkan pada hari Selasa. Dia menyebut kunjungan itu memberi sinyal adanya upaya untuk mengubah masjid besar di sana "menjadi kuil Yahudi."

Di depan kabinetnya, Shtayyeh juga meminta warga Palestina untuk menghadapi penggerebekan ke Masjid al-Aqsa, setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tur keliling kompleks masjid. Sekalipun Ben-Gvir tidak mendekati masjid.

Namun, Israel menyangkal memiliki desain seperti itu. Sebelumnya, Ben-Gvir pernah menganjurkan untuk mengakhiri larangan doa Yahudi di situs tersebut, namun tidak berkomitmen pada masalah tersebut sejak bergabung dengan Benjamin Netanyahu. Anggota lain dari partai Kekuatan Yahudinya masih menganjurkan langkah seperti itu.

Baca Juga: Puluhan Orang Israel Menyerbu Kompleks Al-Aqsa

Bangkitnya Ben-Gvir dalam pemerintahan Netanyahu, salah satu sayap paling kanan dalam sejarah Israel, telah memperdalam kemarahan Palestina atas upaya mereka --yang telah lama gagal untuk mengamankan sebuah negara.

“Beberapa jam sebelum kunjungan itu, pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina dalam bentrokan di dekat Bethlehem,” kata pejabat medis dan saksi mata. Kejadian yang terbaru tersebut dalam jumlah korban tewas yang terus bertambah di Tepi Barat. 

Tentara Israel mengatakan pasukan menembaki warga Palestina yang melemparkan bahan peledak improvisasi, batu dan bom molotov ke arah mereka.

Baca Juga: Liga Arab - Mesir Kutuk Pelanggaran Berulang Israel di Masjid Al-Aqsa

Seorang juru bicara Hamas, kelompok Palestina yang menolak koeksistensi dengan Israel dan mengontrol Gaza, mengatakan kunjungan Ben-Gvir merupakan kelanjutan dari perilaku ini dan akan membawa semua pihak lebih dekat ke “potensi” bentrokan besar.

171