Home Nasional TPNPB Ananias Ati Mimin Kobarkan Perang, Mengapa Sebby Sambom Diburu Aparat? Ini Katanya

TPNPB Ananias Ati Mimin Kobarkan Perang, Mengapa Sebby Sambom Diburu Aparat? Ini Katanya

Pegunungan Bintang, Gatra.com- Serangkaian teror yang dikobarkan sekelompok masyarakat sipil bersenjata yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Tengah, meresahkan masyarakat. Mereka membantai tukang ojek yang dituding sebagai intel aparat, menembaki pesawat sipil, menembaki patroli TNI/Polri, membakar SMKN 1 Oksibil, membakar kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), dan terakhir merusak pipa air bersih yang meminumi warga Oksibil.

Serangkaian aksi brutal selama setengah bulan ini membikin geram aparat keamanan. Pelakunya adalah TPNPB Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XXXV Bintang Timur pimpinan Ananias Ati Mimin. Kodap ini merupakan bentukan anyar. Karena sebelumnya TPNPB hanya mempunyai 34 Kodap. "Ya, Kodap baru. Sekarang Komnas TPNPB memiliki 36 Kodap," kata juru bicara TPNPB Sebby Sambom. 

Pembentukan Kodap XXXV Bintang Timur ini tidak lepas dari peran Sebby Sambom yang bertemu dengan kombatan setempat. Dan Ananias Ati Mimin sang pimpinan pun langsung diberi pangkat Brigadir Jenderal.

Karena perannya dalam pembentukan Kodap XXXV yang sekarang membikin onar di Pegunungan Bintang, maka aparat keamanan kini memburu Sebby Sambom. 

Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring menyampaikan, bahwa TNI bersama dengan kepolisian dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang akan mengambil langkah-langkah untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

"Jika melihat atau mengetahui keberadaan KST (Kelompok Sparatis Teroris) dan DPO Polres serta kegiatan-kegiatan yang mencurigakan, segera laporkan kepada kami," ujar JO Sembiring di Jayapura, Jumat (13/1).

Dia berharap BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) dan Interpol dapat berkoordinasi dengan negara tetangga untuk menangkap Sebby Sambom. Dia dinilai kerap memutarbalikkan fakta, memprovokasi dan diduga menyokong KST Kodap XXXV/Bintang Timur.

"Saya berharap agar BNPT dan Interpol dapat berkoordinasi ke negara tetangga untuk menangkap Sebby Sambom, yang selama ini kerap memutar balikkan fakta, memprovokasi dan diduga menyokong KST Kodam XXXV/Bintang Timur," harapnya.

Sebby pun mencak-mencak jadi buronan aparat keamanan dan interpol. "Sebby Sambom tidak ada kasus kriminal internasional, dan juga dia mantan tapol yang berhak di lindungi oleh hukum internasional," katanya.

Menurut dia tindakan TPNPB bukan tanpa dasar. Karena TPNPB sudah mengumumkan perang dan menetapkan wilayah perang. Sambom menyebut warga sipil yang memasuki wilayah perang merupakan bagian dari aparat keamanan Indonesia.

“Kami sudah minta warga sipil untuk meninggalkan wilayah perang. Jangan salahkan kami kalau ada warga sipil yang menjadi korban. Itu konsekuensi dari perang,” lanjut Sambom.

687