Home Ekonomi Krisis Peluang Public Relations Temukan Kembali Citra Positif Perusahaan

Krisis Peluang Public Relations Temukan Kembali Citra Positif Perusahaan

Jakarta, Gatra.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan bahwa Bank Dunia dan IMF memprediksi akan terjadi resesi yang turut mempengaruhi perekonomian global. Dalam menghadapi ancaman situasi tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi viral marketing.

“Viral marketing merupakan inovasi strategi pemasaran yang banyak digunakan di era digital. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan media sosial, pesan dapat secara efektif tersampaikan dengan cepat dan masif serta menjangkau khalayak luas," katanya dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/1).

Strategi tersebut, lanjut dia, sejalan dengan yang sudah disiapkan oleh Kemenparekraf, melalui pendekatan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi. "Saya juga mengingatkan agar kita terus siap dalam mengplhadapi ancaman dengan gerak cepat, gerak bersama, dan gali segala potensi,” terang Sandi.

Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya M. Sinulingga menyampaikan bahwa situasi krisis dapat menjadi peluang PR menemukan kembali citra positif perusahaan. Komunikasi publik yang efektif, dapat memupuk kepercayaan dan keyakinan yang sangat penting dalam situasi krisis.

“Seorang PR harus dapat secara berkelanjutan membangun narasi dan informasi, yang selalu didukung oleh data akurat. Sepanjang 2022, terdapat 1.488.198 berita baik tentang BUMN yang termonitor di Kementerian BUMN, setara dengan 4.077 berita per hari. Angka ini naik 124%, dibanding jumlah pemberitaan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, Arya menambahkan, adanya pembuatan aset digital dapat membantu meminimalisir anggaran komunikasi perusahaan. Salah satu yang sudah Kementerian BUMN lakukan, adalah dengan membentuk Social Media Ranger (SMR).

Disisi lain, General Secretary Perhumas, Benny S. Butarbutar menjelaskan bagaimana seorang PR berkomunikasi dalam krisis. Hal pertama adalah prioritaskan informasi sampai ke publik dan dapat diakses secara terbuka, kemudian sebuah perusahaan harus mengambil tanggung jawab untuk memecahkan masalah.

"Jangan pernah bilang no comment, jujur, serta tidak menutupi fakta, memberikan aliran informasi yang konstan, memantau liputan berita, akrab dengan kebutuhan media dan deadline, dan terakhir adalah dapat mengontrol aliran informasi yang diangkat ke publik,” ungkapnya.

Paparan tersebut mengemuka dalam agenda Indonesia Communications Outlook (ICO) 2023, yang mempertemukan pembicara inspiratif di dunia kehumasan dan komunikasi dari berbagai bidang yang diselenggarakan Kalandara Group, penyedia jasa di bidang PR dan Digital Marketing. Tujuan dari diselenggarakannya event ini adalah sebagai wadah edukasi praktisi PR dalam pengembangan profesional dan memperluas wawasan.

Co-Founder & Co-Chief Executive Officer Kalandara Group, Dewi Irma Kusvianty mengungkapkan bahwa Indonesia Communications Outlook 2023 merupakan wadah bertemunya para pegiat kehumasan yang membahas lebih spesifik dalam menanggapi isu yang berkembang melalui berbagai saluran komunikasi. “Saat muncul sentimen negatif pada brand atau bisnis, dalam kerangka potensi resesi dan krisis, peran public relations merupakan garda terdepan yang harus mempersiapkan berbagai strategi agar isu tidak bereskalasi menjadi lebih besar dan mempertahankan reputasi perusahaan tetap positif,” ujarnya.

51